Genius Liar
Waktu sudah menunjukan sore hari, nyaris menyentuh angka jam 6 sore.
“Aku minta maaf ya untuk kejadian tadi. Nova biasanya gak gitu. Aku jadi gak enak sama kamu dan Raffa.” Aku tahu Aradi begitu merasa bersalah. Aku tersenyum dan menggeleng, sangat memahami situasi ini.
“Wajar, Kak, anak seumuran dia berpikir ibu tiri itu jahat. Mungkin karena dia sering nonton sinetron atau denger cerita dari temen-temennya.”