SANG KAPTEN
Ternyata, memang benar, laki-laki ini adalah teman semasa kecilnya.
"Apa, rumah kita berdekatan, kita bertetangga?" tanya Arbia penasaran.
Arka kembali menatap Arbia dengan lembut. Entah mengapa, hati kerasnya luluh begitu saja. Hanya wanita ini lah satu-satunya yang mampu membuatnya bertekuk lutut. Dengan anggukannya, Arka menjawab pertanyaa gadis itu.
"Apa itu artinya, kamu tahu apa yang terjadi dengan keluargaku waktu itu?" tanya Arbia, nadanya penuh dengan keraguan.