Hajatan Tetangga
tanyaku kemudian.
"Mau pulang ke Arab Saudi, urusanku di sini hampir selesai," jawab Pak Abdul seraya memasukkan uang tersebut ke dalam tas.
"Kenapa tak tinggal di sini saja, Pak, kami akan rindu," kataku lagi, tak bisa dipungkiri kehadiran Pak Abdul membuat hidup kami terasa lebih lengkap.
"Gak bisa, Maen, aku ingin di kubur di Arab, oh, ya, uang ini kupakai dulu, kalau sempat kuganti, kalau tak sempat rumah yang di Tanjung itu saja gantinya, bisa kan?"