Suamiku Kuli Terhormat
"Hah? Kenapa membangunkanku setengah lima? Apa yang kau lakukan di jam segitu? Tidurmu makin sedikit, lalu bagaimana dengan badanmu?
Tok. Kembali ketukan lembut jari Ahsin mendarat di dahi.
"Kalau nanya satu-satu. Baiklah, kebetulan aku punya daya tangkap yang cepat dan kuat."
Gea mencebik.
"Aku membangunkanmu setengah lima karena kupikir kau perlu proses. Apa yang kulakukan? Shalat Tahajud, mandi, tilawah, baca buku, bekerja sekarang tambahan menyiapkan sarapan buatmu sambil menunggu waktu Subuh."