BUKU TERLARANG
ada riven yang tersenyum polos seperti anak kecil, riven yang dipenuhi darah, riven yang tertunduk patah… dan bahkan ada satu cermin di mana riven terlihat berlumuran api, tertawa, dengan kaela terikat di belakangnya.
kaela menelan ludah. “gue gak suka tempat ini…”
mereka terus berjalan.
satu per satu, cermin-cermin mulai berbicara. bukan suara biasa, tapi dalam kepala riven.
> “lo ninggalin nyokap lo.”
> “lo diem aja waktu adik lo digebukin.”
> “lo bilang lo pahlawan, padahal lo pengecut.”
Hot Chapters