RUMAH EYANG
Lidahku terasa pahit, hingga mengurangi selera makanku.
"Ok. Tapi bener datang ya. Soalnya sepi sekali kalau tak ada orang di rumah. Bi Lasmi paling nanti sore baru datang lagi," ucapku.
"Iya, mudah-mudahan nggak jadi hujan ya," kata Nunik.
Aku mengantar Nunik sampai ke teras. Setelah Nunik jauh, aku memutuskan untuk ke rumah Pak Sugeng. Buat apa juga aku hanya di rumah? Mataku belum mengantuk, Bi Lasmi juga tak ada.