Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TULPA

TULPA

Aku menoleh menatap ke arah rangkaian kalimat yang ditujukan Rai kepadaku. "Bukan, Rai. Aku sendiri ga tau siapa yang nulis. Menurut kamu gimana? Kok aku ngerasa ada yang ngeganjel ya di puisi itu?" ujarku memberitahukan salah satu keganjilan yang selama ini mengganggu pikiranku. Puisi aneh yang kutemukan beberapa hari yang lalu. Rai terlihat mengerutkan dahinya. Dia bertopang dagu seraya menatap serius bait-bait puisi itu.
106.5K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as bait puisi adalah
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.” Tari tertawa lebih keras lagi, sampai harus menyandarkan kepalanya ke sofa. “Astaga... kamu ini…” “Jangan meremehkan penyair,” kata Radit dengan gaya dramatis. “Puisi ini terinspirasi langsung dari wajahmu saat menyebut burung tak betah di kandang." Tawa Tari berlanjut. Entah mengapa, walau puisinya jelek dan candanya konyol, sesuatu terasa ringan malam itu. Bukan karena semua tuntas, tapi karena luka terasa sedikit lebih bisa diajak bercanda.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 413 Times as bait puisi adalah
Read
+Library
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 475 Times as bait puisi adalah
Read
+Library
Memori Setengah Hari

Memori Setengah Hari

termasuk daging bekicot! "Baca kertas apa sih, Dam?" Tanya Tiara lembut keluar dari bibir merah red velvetnya. Tumben lembut? Apa dia habis makan daging bekicot? Ampe merah darah gitu bibirnya. Batin Adam. "Oh nggak, ini puisi lagi buat kamu. Hadiah tahun baru." "Ouh so sweet...Nggak copy paste dari internet lagi kan?" Tanya Tiara meledek.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as bait puisi adalah
Read
+Library
Suamiku, Sayangilah Aku!

Suamiku, Sayangilah Aku!

Di sisi lain, Jacob juga ikut merasa tegang sehingga bertanya, "Apa itu?" Benny melirik sekilas, lalu mengernyit sembari menyahut, "Ini sebuah puisi. Hujan turun di malam hari, entah berapa banyak bunga yang berguguran. Puisi ini kita pelajari saat SD, aku nggak ngerti kenapa dia menulisnya."
9.3856.6K viewsCompletedAdded to Library 30.8K Times as bait puisi adalah
Show Reviews (296)
Read
+Library
Widya Syari Putri
sudah tahu jalur ceritanya sampai anak² mereka TK, tp tetap menunggu versi di sini karena tata bahasa di sini enak untuk dibaca...berharap authornya update banyak bab perharinya supaya cepet² selesai dr part² yg membosankan
S.n
Saat Penny ketahuan Sienna, banyak komentar dan seru, sekarang saat Sienna ketahuan anak keluarga Shankar sepertinya biasa aja ya.... Tapi jadi ngebaca misterinya terungkap setiap kelipatan chapter 700an kayanya he... Sekarang juga kan chapter 1400an...
Read All Reviews
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as bait puisi adalah
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as bait puisi adalah
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as bait puisi adalah
Read
+Library
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Jelas, yang menulisnya bukan orang sembarangan. "Kak, apa itu puisi?" tanya Sarisha dengan penasaran sembari mendongak. Meskipun tidak mengerti seni seperti ini, dia tahu tulisan ini sangat indah dan menarik perhatian. "Benar, ini puisi." Alarik mengangguk dan membalas, "Aku yakin kalian sudah pernah dengar tentang rumor Restoran Sultan, 'kan? Sekitar 10 tahun lalu, Kaisar datang ke restoran ini. Karena mabuk, dia melantunkan puisi. Inilah puisi yang dibuatnya waktu itu."
8.83.6M viewsCompletedAdded to Library 120.0K Times as bait puisi adalah
Show Reviews (736)
Read
+Library
Panessa Selvia
TAMAT. jadi mnurut kesimpulan saya. luter ditingkatan transendensi roh(tingkatan paling atas kultivasi) sudah ga yg ngusik lagi, sudah bagaikan dewa. makanya dibuat hidup tenang diakhir crita. tpi masih gantung, ayahnya di atlandia masih hidup/wafat? dan Bianca tau GK luter=Gerald Bennet?
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Sistem Super Boros

Sistem Super Boros

"Tapi banyak orang menganggap kemampuan sastramu kurang. Meskipun kamu bermaksud menggunakan puisi di akhir esaimu, ritmenya kurang tepat dan bahkan agak tidak koheren. Bagaimana menurutmu?" Seketika, seorang wartawan dari media lain menyela. Yang mereka inginkan adalah sesuatu yang dapat menarik perhatian mereka, jadi pertanyaan yang mereka ajukan lebih rumit. Guan Fei mencibir, tidakkah kau ingin mengambil kesempatan ini untuk menguji levelmu yang sebenarnya dan kemudian mengungkapkannya? Aku akan memberimu kesempatan ini! "Kalau begitu, aku akan langsung menulis esai untukmu, dengan judul yang sama, 'Lihatlah Dunia dari Perspektif yang Berbeda!'"
102.0K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as bait puisi adalah
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status