Pelatih Renang Idaman Para Sosialita
Jemarinya yang lentik membuka satu per satu kancing blusnya, membuat kain itu perlahan terlepas dari tubuh rampingnya.
Lekuk tubuhnya membuatku hampir gila. Pundak jenjang, garis pinggang yang melengkung halus, dan buntalan dadanya yang montok akhirnya terpampang. Hanya bra hitam tipis nan seksi yang menahan, tapi seperti tidak menutupi apa pun. Karena di baliknya, aku bisa melihat ujung dadanya yang menonjol keras, seolah menantangku.
“Suka yang kamu lihat?”