Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Jawab Gira ketika itu. Wanita yang aneh dan Adam tidak berdaya untuk menolak keinginannya tersebut. "Bersemangat benar. Ada apa?" Tanya Adam datar sambil menyiapkan pesanan minuman untuk beberapa karyawan. "Tadaaa.." Gira dengan bersemangat menunjukkan dua tiket perjalanan ke Bali ditangannya. Adam yang melihat itu, hanya bersikap biasa, "Liburan ke Bali, 'kan? Udah tahu."
9.1171.3K viewsOngoingAdded to Library 4.6K Times as banas pati
Read
+Library
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Om mau berangkat sekarang?" Anindya Jenaya, gadis bertubuh mungil itu mendongak pada seorang pria dengan setelan jas rapi yang jauh lebih tinggi darinya. Ia dan pria itu—Devano Wijaya atau akrab ia panggil Om Devan, tengah berada di ruang makan untuk sarapan. Hal yang akhir-akhir ini jarang mereka lakukan karena entah mengapa, Devan jadi selalu berangkat lebih pagi dari biasanya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as banas pati
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Dia membuka kotak biru tersebut yang ternyata isinya tiga butir biskuit bayi. Nala dan Dewi mati-matian berusaha menyembunyikan tawa. Oscar, entah mengapa cowok usil itu selalu mengerjai Padma. Nala ingat, dulu Padma memperkenalkan diri dengan nama Kate yang diambil dari nama tengahnya, Katherine. Namun belakangan ini ia lebih suka dipanggil Padma, karena Oscar mengubah panggilannya dari Kate menjadi Keti. Menggunakan huruf E dan I.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as banas pati
Read
+Library
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

Ngarang bener si bos ini. "Saya musti cobain kopi buatan kamu." "Siap, Pak." Lila masih setengah menunduk, meskipun dia coba-coba mengintip apa yang sedang dilakukan Ezekiel. "Ini kopi apaan? Saya kan sudah bilang saya suka caramel machiato!"
1.5K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as banas pati
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

"Semua yang ada di fikiranmu itu jelas tidak benar satupun, jadi hentikan fikiranmu yang aneh - aneh itu sekarang juga karena saat ini ada yang lebih penting dari apapun.." "Apa itu..?" tanya Ganesha "Aku mau makan Bolinhos, Bolo Rei dan Patel De Nata jelas Ganindira sambil menggerakkan jarinya layaknya sedang berhitung. Ganesha yang mendengarnya mengerutkan keningnya, heran. "Dari mana istriku ini tahu makanan khas Negara ini?", tanya nya. "Aku mencarinya dari internet tadi saat menuju ke kamar ", ucapnya malu - malu.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as banas pati
Read
+Library
Batal Di Madu

Batal Di Madu

Raga masuk ke restoran itu yang sudah banyak ditempati oleh kalangan bisnis. “Selamat siang Tuan Raga,” sapa seorang pria bertubuh besar bernama Panji menyalami langganan khusus mereka. “Selamat siang, saya pesan satu meja yang dekat dengan jendela dan pesankan saya udang goreng mentega,” sahutnya sambil ingin melangkah pergi tapi Panji mengikutinya.
7.5K viewsCompletedAdded to Library 210 Times as banas pati
Read
+Library
Gundik Bangsawan Belanda

Gundik Bangsawan Belanda

"Tata Krama saat makan. Ini sangat penting terutama untuk gadis bangsawan. Saat kamu makan akan ada berbagai jenis makanan dan minuman yang disediakan. Semuanya memiliki cara berbeda saat kamu menyantapnya. Misalnya saat kamu makan steak, kamu memerlukan garpu dan pisau. Saat meminum anggur akan ada gelas khusus dan kamu harus menikmati nya dengan cara khusus pula. Diam lah disini, aku akan mengambil anggur yang ada di ruang belajar." Pieter segera meninggalkan Sina dan membawa Satu botol anggur dan dua gelas. Gelas itu berbentuk aneh dan ini baru pertama kali Lana melihatnya. Ada tongkat kecil di bawah dengan penyangga bulat. Itu membuat Sina sedikit tertarik. Pieter meletakkan gelas didepa
1012.2K viewsCompletedAdded to Library 366 Times as banas pati
Read
+Library
Gantari

Gantari

Perlahan kupicingkan mata, semakin lama semakin lebar menatap lantai dan meja yang tadinya penuh belatung. ”Mana belatungnya,Nduk? Ini hanya kelapa parut saja." Budhe Lasmi mengambil segenggam kelapa parut dan menunjukkan padaku. Mataku mengerjab sementara banyak pertanyaan menari di benak. Jika benar ini hanyalah kelapa parut, lalu kenapa aku tadi melihatnya berbeda. "Ta-tapi tadi Gantari memang melihat belatung.”
1.5K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as banas pati
Read
+Library
Mata Batin

Mata Batin

tanyanya. "Ini telur gulung. Bihun gulung, sosis, baso goreng," ucap pedagang itu. Sofie melihat cara pedagang itu melayani pembeli. Telur yang digulung dengan tusuk sate terlihat mengoda. "Saya mau bihun gulung dan telur gulung." "Berapa?" tanyanya. Sofie melirik Bara yang berdiri tepat di sampingnya." Sepuluh ribu saja, Pak," cetus Bara.
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 459 Times as banas pati
Read
+Library
Titimangsa Parasu

Titimangsa Parasu

Matanya menatap kosong jauh ke depan, ke sisa-sisa debu derap kaki kuda rombongan Jayakenanga. Parasu sebenarnya tak ingin mengganggu kakeknya yang sedang asyik melamun. Apalagi ia sendiri bisa sepuas-puasnya melahap buah rambutan yang tinggal dipetik tanpa perlu melompat tinggi. Puluhan kulit rambutan merah kehijauan sudah terlihat berserakan di tanah yang mulai kering tersengat cahaya mentari yang kian berada di atas kepala.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as banas pati
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status