Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Bab 14 Bebaskan dia Jika engkau mencintai sesuatu, bebaskan. Jika ia kembali kepadamu, itu milikmu selamanya. Jika tidak, maka sejak awal, dia bukanlah milikmu – Maulana Rumi. “Kita ke Spa, yuk. Badanku pegal – pegal nih, butuh relaksasi,” ajak Andini semangat. “Tidak, aku masih punya banyak pekerjaan,” tolak Bening halus.
1021.5K viewsCompletedAdded to Library 471 Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

MULAILAH MENANAM, MULAILAH BERNYANYI. Silas berhenti sejenak, ia menatap foto Lilia yang sedang tersenyum. Ia menambahkan satu kalimat terakhir yang berasal dari dasar jiwanya sendiri: DAN JIKA KALIAN MELIHAT CAHAYA EMAS DI LANGIT, JANGAN TAKUT. ITU HANYA TEMAN LAMA YANG SEDANG MENJAGA TIDUR KALIAN.
346 viewsCompletedAdded to Library 7 Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
Aku Tidak Bisa Membencimu

Aku Tidak Bisa Membencimu

Telapak tangannya berkeringat. Antara luka, takut, dan rasa cinta yang tak mau mati ia berdiri terpaku. Sementara Louis mengepalkan tangan. Lysaa menggenggam lengan Fhi diam-diam. Dan malam itu membeku. Sebelum Fhi menjawab, Reiga berbisik pelan suara yang hanya bisa ia dengar: “Jangan paksa aku untuk menyeretmu pulang… Fhilia.”
688 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Pesan Pak Gandi, Almira bisa mendengar karena dengan sengaja Damar membesarkan volume suara handphone nya. Setelah memastikan Almira dan Damar sampai di rumah, sambungan telepon itu dimatikan. "Aku laper banget nih Mas. " Rengek Almira setelah menyelesaikan pekerjaannya. "Aduh Almira Kamu kan bisa jalan ke depan gang, di sana banyak yang jualan tuh, Aku capek banget mau istirahat, kalau Kamu beli jangan lupa lebihkan untuk Suami Mu satu ya. "
105.6K viewsOngoingAdded to Library 225 Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Bang Imi lalu merangkul pundakku dan berkata " Sudah lebih baik kamu bersamaku, kita bersenang-senang juga " " Maksud abang apa!? " Aku berusaha melepaskan tangannya dari pundakku, aku sangat tidak suka jika orang lain seenaknya menyentuhku apalagi merangkulku. Semakin aku ingin melepaskan tangannya, semakin ia memper erat rangkulannya. Aku merasa jijik dibuatnya. " Bang lepas! "
4.4K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
BUNDA, PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH

BUNDA, PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH

"Gak usah ikut campur kamu. Pergi kalian ... Pergi! Aku gak mau dengar!" kata Bu Enya keras, mengusir kami berdua. Aku mendesah jadi gak enak juga karena saat ini Lala juga dalam kondisi sakit. Jadi kami mengalah untuk keluar dari ruangan tersebut. Aku melihat Lala beberapa kali minta maaf dan aku memakluminya.
632.1K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

"Hai, Abang enggak kayak gitu. Kamu harus dengar dengan jelas dulu. Tapi, kita pulang, ya! Biar bisa leluasa ceritanya." "Tapi Abang harus janji, jangan kdrt nanti!" Aku juga takut kalau tiba-tiba punya nasib seperti berita-berita sosial media itu. Yang terlihat romantis, ternyata punya kelainan. "Astaghfirullah, Sayang. kamu kira aku anak artis yang suka tantrum itu? Aku bukan tipe orang yang suka main kasar. Pantangan buatku memukul wanita. Sekalipun seandainya wanita itu memukulku lebih dulu." Bang Juna tertawa.
1028.6K viewsCompletedAdded to Library 685 Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

“Gue kirain lo suka dengerin lagu yang penuh memory.” “Buat apaan?” Katanya. “Dengerin lagu yang bikin memory kita bangkit lagi tuh kayak nyiram bensin ke diri sendiri tahu, Tiss. Panas dan sakit, gue nggak mau deh sedih-sedihan kayak gitu.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Banyu mendesis. “Bukan. Kidung Pangruwatan—kidung pelepasan beban, Banyu. Lirik itu berbunyi: ‘Sedaya dosa gumawang, pinaringan margi ing geni. Mringkang nresnani, tan pinaringan pangapura.’ (Semua dosa yang bersinar, diberikan jalan dalam api. Bagi yang mencintai, tiada pengampunan),” Raka mengutip, suaranya kini meniru irama suluk Ki Anom.
795 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as banyu larangan lirik
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status