TETANGGA BARU
Beruntung Fano kembali mengingatkan.
"Kamu butuh sesuatu? Mau aku buatkan susu cokelat?" tawar Fano.
"Nggak, Fan, makasih," tolakku. "Aku terlambat, Fan. Terlambat!"
"Terlambat apa?" tanya Fano.
"Surat-surat penting, perhiasan, buku tabungan, dalam brankas udah nggak ada, Fan. Dan aku yakin, Mas Adrian yang sudah mengambilnya," jelasku dengan nada frustasi.