Bayang Pedang Cahaya Bulan
Mungkin ada benang yang jauh lebih tua, jauh lebih dalam, yang menghubungkan semua keputusan besar dalam hidupnya tanpa ia sadari sepenuhnya.
Malam semakin larut, dan Liu Tianming akhirnya merebahkan diri di dekat api unggun, meski tidurnya tidak pernah benar-benar tenang. Ia bermimpi tentang Gerbang Timur, tentang mata cokelat keemasan yang menatapnya dengan pertanyaan yang tidak pernah terjawab, dan tentang sosok berjubah pucat yang berdiri di tengah pertempuran, wajahnya kabur namun kehadirannya begitu nyata hingga terasa seperti sedang menatapnya langsung dari kejauhan waktu.