Langit Merah
Ter mendengkus, "Yang benar saja. Kalau dia tidak berbahaya, bagaimana mungkin dia bisa bertahan setelah ku lempar tubuhnya mengenai batu, sampai-sampai batu besar itu hancur."
Vano melebarkan matanya, "Eh, benarkah?"
Vano segera memperhatikan sekitar gadis itu, musuhnya. Memang benar. Ada beberapa potongan batu di belakang gadis itu.
"Hm," Vano memiringkan kepalanya. "Tapi itu wajar saja menurutku. Soalnya dia kategori Raga, kan? Tubuhnya tentu saja lebih kebal. Aku juga tahan benturan, kok."
Hot Chapters