PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)
Dia masih tersenyum manis, sambil meneliti keadaan sekitar.
“Wah, panen banyak ya, Mas?” tanyanya dengan nada penasaran.
“Iya!” Bapak menyahut ketus, mungkin merasa tak terima karena anak lelakinya itu baru saja dihina oleh Om Lisa itu.
“Luasnya berapa, Mas?” tanyanya lagi, seolah tak merasa hawa membunuh yang sudah kami kobarkan.
“Cuma dua puluh lima hektar, Di.” Bapak kembali menyahut, namun sama sekali tidak menatap lelaki itu sedikitpun.