Bagaimana Mungkin?
Adien terganggu dan kesal sendiri mendengar gerutuan Shayra yang menurutnya tak bermutu.
"Kamu bilang aku berisik?!" Tanya Shayra dengan nada suara naik tak terima disertai dengan tatapan tajam yang siap untuk menikam.
"Ya, kamu berisik. Jadi, diamlah!"
Shayra mencebikkan bibirnya kesal lantas melengkingkan suaranya. "Dasar laki-laki berengsek. Gue punya mulut tau gak sih loh? Mulut diciptakan kalai nggak digunakan, diam saja dan enggak bicara, kalau begitu apa gunanya, lebih baik aku nggak usah punya mulut sakalian." Shayra lanjut mengomel dengan ketusnya. "Lagipula aku berisik salahmu juga. Ngapain pake acara nyulik dan membawaku paksa begini? Jika kamu terganggu dengan suara rewelku, udah
Hot Chapters