Terpaksa Menikahi Ibu Guruku
“Bimo sudah cerita tadi. Kalau menurut saya, kamu harus hargai pencapaianmu. Semua orang itu berproses, ada anak tangga yang harus dilewati. Mungkin saat ini kamu baru sampai anak tangga yang paling bawah, tapi pasti akan mencapai puncak juga kalau kamu berusaha, sabar, dan berdoa.”
Aku mengangguk demi menghargai Pak Fahrizal yang memberiku nasihat. Aku juga mulai tersenyum kepada pelanggan dan tetap berusaha ramah, meski sebenarnya enggan melakukannya.
Profesional. Begitu kata Bimo barusan. Aku harus belajar professional, agar terlatih ketika sudah memasuki dunia kerja beneran. Sotoy emang si Bimo.
Aku memasuki apartemen dengan langkah gontai. Ucapan salamku pun terdengar lemas.