Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menikahi Perjaka Tua Teman Kantor Papa

Menikahi Perjaka Tua Teman Kantor Papa

Terbiasa. Benar juga. Tidak ada kata move on, yang ada hanya terbiasa. Terbiasa sepi, terbiasa sedih, terbiasa kosong, terbiasa hampa, lalu segalanya terasa baik-baik saja sebab kehidupan memang harus diteruskan, bukan diratapi dan disesali. “Doakan saja yang baik-baik buat Papa. Hidup mati manusia bukan kita yang atur.”
1055.4K viewsOngoingAdded to Library 2.2K Times as biasa biasa
Read
+Library
Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa

"Pertama, dia lagi pengen nenangin diri. Ya sekedar refreshing lah. Biasanya dia keluar negri kalo kayak gitu." "Hah?" Dava terkejut, dia tidak memikirkan hal seperti itu. "Terus yang ke dua?" Gevin semakin penasaran. "Yang kedua, biasanya dia lagi memikirkan sesuatu, atau dia lagi mikirin buat nentuin hal-hal yang bagi dia itu susah buat di pilih." "Makin nggak ngerti gue!" Dava mengacak surai hitam rambutnya. Cia benar-benar sulit di mengerti. *****
105.8K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as biasa biasa
Read
+Library
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Bersambung Hallo, Kakak yang baik hati dan tidak sombong. Mau infoin, kalau cerita Wafa yang sudah berkoin rata-rata 1200 sampai 2000 kata ya. Bahkan ada yang 2500 kata. Jadi sebenarnya, bukan pendek banget.🤭 Btw, makasih buat yang masih setia sejauh ini. Semoga rejeki kaka semua makin lapang dan berkah. Aamiin. 🤲🤲🤲❤
1023.8K viewsCompletedAdded to Library 570 Times as biasa biasa
Read
+Library
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Berusaha menetralkan isi dada dan bersikap biasa saja di depannya. "Aku kok jadi kangen sama suasana sekolah, ya, Qi," ucap Bia tiba-tiba sambil menatap lurus ke depan sana. Ke arah hamparan sawah yang membentang hijau. "Jadi pengin main ke sana." Bersambung.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as biasa biasa
Read
+Library
PURA-PURA BAHAGIA

PURA-PURA BAHAGIA

Kening wanita separuh baya itu berkerut, saat matanya menangkap nama seseorang di layar ponselnya. "Hallo, ada apa, ya?" tanyanya langsung tanpa basa-basi. Begitu panggilan ia angkat. "Oh, begitu, ya, caramu menerima panggilan?" tanya di seberang dengan sinis. "Pantas saja, anaknya minus attitude, ibunya juga tidak mengerti sopan santun." "Tidak perlu basa-basi, langsung saja, ada apa?" tanya Bu Ratna ketus.
9.844.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as biasa biasa
Read
+Library
Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

"Kalau nanti yang datang cuma Papa, Salsa sedih nggak?" Mahesa menunggu jawaban. Rafael tersenyum pahit. "Dia bilang,'Sedih sih, Pa... tapi Salsa udah biasa kok.'" Kalimat itu membuat Mahesa membisu. Ia menoleh kepada Salsabila yang masih sibuk memainkan boneka, sesekali bersenandung kecil tanpa mengetahui kedua pria itu sedang membicarakannya. Mahesa menarik napas panjang. "Anak sekecil itu udah ngomong 'udah biasa'."
105.2K viewsOngoingAdded to Library 196 Times as biasa biasa
Read
+Library
Bukan Pewaris Biasa

Bukan Pewaris Biasa

—TAMAT— *Terima kasih sudah membaca ‘BUKAN PEWARIS BIASA’. Tunggu karya author selanjutnya, yah.
1056.0K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as biasa biasa
Read
+Library
Bukan Ibu Susu Biasa

Bukan Ibu Susu Biasa

Sebuah ponsel tipis keluaran edisi terbaru tahun ini langsung berada dalam genggaman tangannya. “Ada apa?” Nada suara Kaivan sedikit tinggi. Karena baru beberapa jam yang lalu, dia meninggalkan rumah dan sekarang salah satu orang rumah tiba-tiba menghubunginya. ‘Duh, Tuan. Gimana yo … Den Radeva itu nangis terus sejak tadi.” “Ini bukan pertama kalinya kau mendengar anakku menangis. Berikan dia susu!”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as biasa biasa
Read
+Library
Tetanggaku Luar Biasa

Tetanggaku Luar Biasa

Tetanggaku Luar Biasa "Masih seenaknya aja, si Siska?" tanya Bapak sambil menyesap teh hangat yang disodorkan Ibu. "Ah, ya gitu aja. Gimana, orang udah wataknya begitu. Dinasehati sampe dower juga nggak akan mempan. Kalo kepentok, masalah udah meledak baru nangis-nangis. Tapi, ya gitu. Kapoknya cuma sebentar. Nanti mulai lagi."
1024.6K viewsCompletedAdded to Library 515 Times as biasa biasa
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ia menyadari satu hal yang penting: arah hidupnya kini tidak dibangun dari hari-hari istimewa, melainkan dari hari-hari biasa yang tidak ia tinggalkan. Ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk—singkat, informatif, terkait rencana lanjutan dari pertemuan sebelumnya. Tidak ada tekanan, hanya pengingat bahwa langkah berikutnya menunggu. Aira membaca pesan itu dan mengangguk pelan. Ia membalas dengan nada yang sama: jelas, tenang, tanpa janji berlebihan. Setelah itu, ia meletakkan ponsel dan tidak memikirkannya lagi.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as biasa biasa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status