Duka Cita
“Mau minta apa?”
“Cium boleh?” Arya menelan ludah, saat melihat bibir polos Cita di depan mata. “Sekali, Cit. Bentaran doang. Satu detik, dah, selesai!”
“Aa … itu …” Cita merasa wajahnya memanas. Ia semakin salah tingkah, karena Arya mulai meminta hal yang terasa aneh. Walaupun, sebenarnya itu adalah hak Arya, dan pria itu tidak perlu memintanya. “Aku .. itu, Mas …”
Hot Chapters