Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Turun Ranjang?

Turun Ranjang?

Sedikit ia menyunggingkan senyumnya meremehkan. “Baiklah jika Tuan yang menginginkan hal itu. Tapi ... pakaian Bibi masih di sana.” “Beli lagi aja, Bi. Tenang, oke?!” “O-oke,” sahut Bi Iyum. “Bi Iyum tahu enggak? Bi Iyum itu limited edition, loh!” Criss mulai menggoda. “Emangnya Bibi barang?” Sepanjang perjalanan mereka tertawa bersama. Sudah lama rasanya Criss tak tertawa lepas seperti itu.
9.429.9K viewsCompletedAdded to Library 956 Times as bibirnya
Read
+Library
Kuranji

Kuranji

Tumben banyak omong sama orang asing dan sok ramah. Gadis itu merebut keranjang di tangan Kuranji. “Bisa saja buah ini beracun. Kamu mau mati sia-sia?” Cepat-cepat Kirai mencomot satu buah dan langsung memakannya. Hingga beberapa kali gigitan, gadis itu tetap berdiri kokoh. “Lihat! Tidak terjadi apa-apa padaku. Buah ini tidak beracun,” tegas Kirai. “Aku dan kakakku sengaja menyimpan buah-buahan ini sebagai persiapan.”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as bibirnya
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Pemuda itu ingin segera membawa sang adik kembali ke dalam pelukannya, tetapi setiap jalan yang ada terlalu terjal untuk Juna. “Aku harap kau selalu baik-baik saja di sana, Naya....” Sementara itu, Bumi Chatra tengah membolak-balikkan sebuah buku digital di hadapannya. Buku itu adalah milik perpustakaan yang sempat dia pinjam dengan identitas lain. Yang membuat Reandra dan Angkasa begitu penasaran kenapa peminjam buku tidak memiliki data pada sistem. Bumi sengaja melakukan hal itu agar dia bisa terus membaca buku yang berisi tentang teknologi lampau.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as bibirnya
Read
+Library
Bintang

Bintang

Bintang memegang ekor mata Bulan dan membuka nya pelan-pelan. Fyuh... Fyuh... Tiupan demi tiupan dari Bintang ke mata Bulan dengan mengerjabkan matanya lucu, bagi Bintang. Fyuh... Fyuh... Fyuh... “EKHEM.” Deheman yang sangat keras. _____________________________________ Follow I*******m : sayyidamita
102.2K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as bibirnya
Read
+Library
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

Tetapi aku memanggilnya Bibi karena dia masih keluarga Bapak mertua, dan itu adalah tuturan panggilan. Bi Ramlah ini penampilannya bisa di bilang lain daripada yang lain, cetar membahana! Rambutnya dicat blonde, dan jangan lupakan bajunya yang ketat, seketat prokes zaman sekarang. Motonya hanya satu, ‘Nggak ketat, nggak fyp!”.
9.6235.3K viewsOngoingAdded to Library 7.8K Times as bibirnya
Read
+Library
Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang

Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang

Barulah Valyria menyadari jika Sang Paman sudah berubah jadi boneka marionette, Valyria hanya diam dengan tatapan dinginnya. “Arrgggh!” Bibi muncul dari arah berbeda dengan mengerang sembari mengejar Valyria namun Valyria dengan cepat kembali membidik senapangnya sehingga melumpuhkan Bibi yang sama berubah menjadi boneka marionette.
851 viewsCompletedAdded to Library 33 Times as bibirnya
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

“Mau minta apa?” “Cium boleh?” Arya menelan ludah, saat melihat bibir polos Cita di depan mata. “Sekali, Cit. Bentaran doang. Satu detik, dah, selesai!” “Aa … itu …” Cita merasa wajahnya memanas. Ia semakin salah tingkah, karena Arya mulai meminta hal yang terasa aneh. Walaupun, sebenarnya itu adalah hak Arya, dan pria itu tidak perlu memintanya. “Aku .. itu, Mas …”
9.838.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as bibirnya
Read
+Library
Binar Kalbu

Binar Kalbu

“Bukan ih, gue serius.” “Gimana? Pengin berubah seperti apa?” “Lu lihat Nissa, kan? Dia cantik banget pakai jilbab. Kalau gue jadi lu, mungkin gue lebih pilih Nissa dibandingkan Rine. Kita jauh, Bi, kayak langit dan bumi.”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as bibirnya
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

Sesuatu yang pelan, hampir tidak terlihat. Seperti bunga yang baru mulai membuka kelopaknya. - Neriel menyimpan bunga kecil itu di tangannya dengan hati-hati, seolah benda sederhana itu memiliki berat yang lebih dari sekadar beberapa kelopak. Alira bersandar di meja kasir, masih memperhatikan dengan ekspresi yang setengah ingin tahu, setengah terhibur. “Jadi,” katanya ringan, “kau datang dari tebing hanya untuk membeli satu bunga yang bahkan tidak kau ketahui namanya?”
10512 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as bibirnya
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status