Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya
Suara dan kata-kata yang begitu familiar terdengar, otakku sempat kosong sesaat.
Belum sempat sadar sepenuhnya, aku sudah merasakan genggaman tangan lelaki itu.
Aku sontak menepis tangannya secara refleks.
Wajah lelaki itu langsung berubah sedikit, nada bicaranya pun seperti menyudutkanku.
“Tasya! Kalian sama-sama perempuan, ‘kan? Kenapa sih kamu nggak bisa mengerti?”
“Aku melakukan ini semua juga demi keluarga ini. Apa kamu benar-benar tega memberi tahu Kakak Ipar kebenarannya?”