Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Naomi menahan senyum yang hampir lolos. “Lalu bagaimana bentuk kamarku?” tanyanya spontan. Mareeq menoleh perlahan. “Kamarmu?” Naomi sedikit ternganga. Da menyadari kesalahan pilihan katanya. Ia langsung menyesal. Mareeq terlihat tersenyum. Seolah dia baru saja menangkap mangsa yang memang dia pancing. "Aku hanya membuat satu kamar utama. Di lantai atas dengan balkon menghadap bukit. Kalau pagi, matahari masuk dari sisi kanan. Kalau malam, lampu kota kelihatan jauh."
876 viewsOngoingAdded to Library 34 Times as bilik
Read
+Library
Bermain Api Dengan Nyonya

Bermain Api Dengan Nyonya

Pistol emas di tangan Mery menyalak brutal, mengirimkan timah panas tepat di dada pengawal ketiga. Bau gosong kain hazmat yang terbakar melengkapi anyir darah yang menguasai ruangan. Kami menerobos pintu tebal bertuliskan 'CORE SECTOR - BIOLOGICAL REACTOR'. Di tengah ruangan steril yang luas itu, di antara tabung-tabung kaca raksasa berisi cairan hijau, ibu kandung Mery terbaring dengan dada naik-turun yang lemah.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as bilik
Read
+Library
Suami Preman Ternyata Sultan

Suami Preman Ternyata Sultan

Mobil melaju kencang hingga sampai ke rumah kecil Bily yang tak serupa rumah, sebab masih lebih besar kandang sapi ketimbang rumah kumuh miliknya itu, bagian belakang hanya ditutupi terpal saja sebagai pembatas dinding. Qizha menghambur masuk setelah mendorong pintu reot yang menimbulkan suara berdecit menyakitkan. Qasam menunggu di luar saja. berdiri menatap area sekitar. “Ayah!” panggil Qizha.
1043.4K viewsCompletedAdded to Library 911 Times as bilik
Read
+Library
Istri Terpilih Tuan Alpha

Istri Terpilih Tuan Alpha

bilah tipis seperti keripik kaca keluar dari jubah pengawal. Bilah itu berkilatan di bawah sinar matahari dan menyasar leher siluman Basilik, menancap kressss bunyi sisik terpotong. Dua pengawal membentuk formasi terbang tanpa mengeluarkan apa pun, tetapi mata Basilik yang hijau besar melotot ngeri, serasa irisan sangat halus lehernya mengeluar darah hijau dan berbau. Pekik kengerian terdengar dari dermaga, "Astaga, mereka mengusai ilmu senar maut!"
2.9K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as bilik
Read
+Library
Wanita Yang Menginginkan Suamiku

Wanita Yang Menginginkan Suamiku

Pendingin udara di ruangan itu masih berfungsi dengan baik, tapi keduanya merasa panas. “Emmpp…” Bian mengerang pelan. Tubuhnya mengejang seiring dengan miliknya yang semakin sesak di dalam lorong gelap dan lembab. Pelan-pelan cairan hangat miliknya mengalir keluar bersamaan dengan rasa lega dan sensasi tak terjabarkan yang dirasakan oleh keduanya.
1068.1K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as bilik
Read
+Library
Setitik Nila

Setitik Nila

Membandingkan dengan kamarnya di apartemen, yang pernah ditempati oleh Mila. “Kamar Mila lebih luas lagi dari ini,” ucap Gavin menarik tangan Kirana menuju walk in closet. “Semua baju-baju dan aksesoris di taruh di sini. Nanti biar bibik yang atur.” “Aku, kok, ngerasa ... nggak ... ini semua terlalu wah buatku.”
1037.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as bilik
Show Reviews (25)
Read
+Library
Maria Adjah
sedikit menguras emosi... walau agak ringan dari novel² mbak kanita yg lain nya... tapi tetap alurnya selalu buat penasaran... selalu suka buku² yg d tulis mbak kanita... semangat terus mbak kanita menulis buku² yg lain... aq selalu menunggu karya karya mu yg terbaru mbak...
Meilia
baru kali ini q baca karya mba yg lagi on going, karena sebelumnya q baca yg UD end, tapi baru baca awal aja Uda nyandu pengen terus .. suka sama alurnya, gaya bahasa , tema ny juga menarik dn g bikin bosen... d tunggu typ hari update an nya mba, mg pak djiwa sama nila happy ending pokoknyaa harus.
Read All Reviews
Rahasia di Bawah Selimut

Rahasia di Bawah Selimut

"Nggak, anakku belum mati! Jangan berani-berani bilang dia sudah mati! Dia belum mati, dia ada di sini ...." Dia memeluk Dikka dengan erat dan mulai bergumam sendiri. "dasar dua orang gila!" Andreas bergumam pelan. Dia menghampiri dan meraih tanganku, hendak membubuhkan cap tanganku di atas perjanjian. Tiba-tiba, terdengar teriakan tajam dari belakang. Dia menoleh, melihat sepasang mata tanpa pupil dan langsung tertegun tak sadarkan diri.
17.5K viewsCompletedAdded to Library 384 Times as bilik
Read
+Library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Tertinggal aku, Mama Lila dan Malik yang masih berada di dalam kamar hotel yang disulap jadi ruang tunggu pengantin. *** Apa ini? Kakiku tak sengaja menginjak sebuah benda kecil berbentuk hello kitty. Aku berada di luar ballroom tempat berlangsungnya acara Mas Surya. Kuambil benda tersebut dan kuamati seksama. Oh, gantungan kunci bentuk hello kitty. Lucu. Masih bagus. Sepertinya terputus dari benda yang menggantungkannya. Entah kenapa malah kuambil dan kusimpan dalam tas shoulder kecilku.
1028.9K viewsCompletedAdded to Library 578 Times as bilik
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

jawab suami santai. "Kapan aku bilang kepingin, Pah?" kataku seraya melihat-lihat skincare itu, ada empat set dengan merk yang berbeda. "Maaf, Mah, kemarin aku buka F******k Mamah, ada empat inbok mau pesan skincare Mamah jawab, "tanya suami dulu, ya," aku setuju, sekalian kubelikan semua." "Idih, Pah, tanya suami dulu itu gak benaran, Pah,"
1041.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as bilik
Read
+Library
Taming Obsession CEO

Taming Obsession CEO

titah Gregory. Jauh di dalam ruang bawah tanah di Mansion Stephenson, Billy Aomori menyibak kain berlapis tanah yang dipakainya untuk menutupi lubang yang pas untuk tubuhnya saja. Hanya lubang itu satu-satunya jalan masuk melalui terowongan bawah tanah menuju Mansion Billy. Jarak kedua mansion itu sama sekali tidak jauh dan bisa ditempuh bahkan dengan berjalan kaki.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 390 Times as bilik
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status