Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kampungan Kesayangan Presdir

Istri Kampungan Kesayangan Presdir

Adam langsung menatap Bima dengan tatapan tajam membuat nyalinya seketika menciut. “Ya, baiklah! Aku pasti selalu kalah kalau melawan kalian berdua," ucap Bima pasrah. Keduanya lantas berjalan masuk ke dalam mobil menuju ke tempat pertemuan. Santi pergi dengan memakai pakaian yang tertutup. Memakai semi jas biru muda dan juga celana panjang berwarna senada. Sepatu hitam dan juga tas keluaran terbaru berwarna biru tua mempercantik penampilannya.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

kata Bima sambil menghela napas. "Benar. Apakah ada istri atau kekasih Bara Sena yang lain yang memiliki darah dewa?" tanya Dewi Arimbi curiga. "Ada. Dia adalah Dewi Biru...anaknya sudah sangat kuat meski masih balita. Tapi kenapa aku tidak bisa menyadari kalau cucu-cucuku bisa menjadi Asura di masa depan? Aku bahkan hampir tidak percaya dengan apa yang kau katakan..." kata Bima.
8.962.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Istri Cantikku Ternyata Lampir

Istri Cantikku Ternyata Lampir

“Kerja sama pekerjaan aku nangkap bandit-bandit. Pokoknya ceritanya panjang--" “Ya udah jelasin aja, aku dengerin!” Ajeng melipat tangannya di dada. “Oke, gini. Dia itu gadis aneh, percaya ... aku enggak akan suka kok sama dia. Jadi dia itu indigo ...” Bima menjeda kalimatnya karena dia pikir indigo hanya dikhususkan untuk orang yang bisa melihat setan. “Maksud aku dia bisa melihat masa depan.” Bukan seperti itu juga, Bima pun meralat lagi ucapannya. “eh, maksudnya dia bisa melihat yang orang lain lihat. Walau cuma sekedar lewat sentuhan.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

“Awalnya hanya ingin mencari tempat yang tenang. Tapi kota ini terasa berbeda.” “Berbeda bagaimana?” “Saat pertama kali membuka pagar rumah yang saya sewa, seluruh pekarangannya dipenuhi bunga biru. Tidak banyak, tapi cukup untuk membuat saya berhenti beberapa detik. Rasanya seperti disambut tanpa kata.” Evelune terdiam. Bunga biru selalu punya makna yang tak bisa ia jelaskan pada orang lain. “Mungkin Fleur d’Azur,” katanya pelan. “Bunga liar yang tumbuh di tanah lembap dekat pesisir. Tidak banyak yang memperhatikannya, tapi ia selalu kembali.”
10621 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Enemate, Enemy To Soulmate

Enemate, Enemy To Soulmate

"Bagiku biru ya biru saja. Biru tua dan biru muda, titik!" "Anda tidak bisa bilang begitu." Xander menoleh dan meihat seorang pramuniaga yang masih muda, mendatangi dirinya. "Apa maksudmu?" tanya Xander. "Kalau pemikiran anda cuma seperti itu, anda itu bukan seorang seniman sejati!" ucap si pramuniaga. "Sebenarnya, jenis biru itu sangat banyak, Pak. Tidak hanya satu atau dua. Dalam cat minyak, ada ultramarine, cobalt blue, cerulean, prussian blue, phthalo blue, sampai indigo. Setiap biru punya karakter berbeda—ada yang cerah, ada yang pekat, ada yang hangat, ada juga yang cenderung dingin."
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Pacarku CEO yang Posesif

Pacarku CEO yang Posesif

Bibi heran hal apa yang membuat majikannya begitu aneh hari ini, tapi ia langsung sadar dari lamunannya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan. Biru menaiki tangga dan menuju kamarnya. Sebelum mandi ia merebahkan diri diranjang berukuran besar miliknya, merogoh saku celana dan menjembreng lagi dalaman Sinta. Ia tertawa cekikikan, entah apa yang lucu atau sekarang Biru sudah gila. Lelaki itu meletakkan dalaman di sampingnya, merogoh saku yang lain mengambil ponselnya.
1012.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Sebening Tirta

Sebening Tirta

gumamku pada layar panel di depan. Layar speedometer menunjukkan angka 250, aku sengaja sedikit memperlambat laju mobil, menjajal kemampuan berlari para peserta ‘konvoi’ satu ini. Sebuah moge cruiser menyalip porche milikku, kini ia berada sekitar 100 meter di depan. Motor ini termasuk limited edition yang sangat bagus, kapasitas silinder besar yang memiliki tenaga ekstra bahkan hampir menyejajari turbo car modified milikku. Sistem yang dilengkapi radar, satu-satunya motor yang memiliki sistem radar militer di layar speednya yang juga terdapat sistem auto pilot. Pengendaranya dua orang, yang satu memakai jaket kulit gelap bercelana jeans yang dilengkapi sepatu boots kulit yang nampak mahal,
9.33.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

Khra - Blaarrtzzks. Tanah, rerumputan, dan tanaman hias, di area duel Bimo dan Ki Sindulaga pun berubah menghitam, kering, dan meranggas seketika. "Ahsk ..!” Bimo terdorong mundur 3 meteran, dari hidung dan bibirnya mengalir darah kental. Bimo pun segera bersila melakukan pemulihan dengan meditasi hawa murninya. “Aarrkhs.!!” Wessk..! Braghk..!
9.157.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Istri Muda Pilihan Langit

Istri Muda Pilihan Langit

titah Langit galak. Vokalis White Panther itu memilih duduk di stool bar, menanti dengan sabar mie yang sudah mulai tercium baunya. "Nih udah jadi, saya bikinin mie nyemek. Kalau enggak enak jangan protes," ujar Langit menyodorkan mangkuk biru navy yang isinya menggoda selera. "Kok cuma satu mangkuk? Buat Abang mana?" tanya Kinan.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Justin mengepalkan kedua tanganya dan menatap lurus, dengan deru napas kasar. Pembawa acara, mengambil mikrofone dan berkata "Barang lelang kali ini Ada kalung liontin permata biru, yang terbuat dari giok dan berilan." Sebuah kain penutup di buka. Kilauannya memantulkan cahaya. “Harga dimulai dari tiga miliar.” Justin terpaku sesaat. “Tiga dua.” jackob berkata sambil mengangkat papan nomor. “Tiga emat.” sambung yang lain.“Tiga tujuh.”kata pria berkaca mata. Justin masih terdiam mengamati, Jackob terkekeh, lalu kembali mengacungkan papan nomornya. “Lima miliar.” sambung Jackob, lalu menyunggingkan seulas senyum.“Apakah ada yang lebih tinggi, dari nomor dua?” dengan percaya dirinya Justin berk
893 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai bima-x biru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status