Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wolfsbane

Wolfsbane

"Aku akan membantumu mendapatkan Yue dan Leo kembali." "Darimana kau mendapat semua ini?" Guli bertanya. Byll mengambil sebuah belati, mengayunkannya hanya dengan jari. "Aku adalah penjual senjata ilegal. Kau bisa memilih senjata yang kau mau di sini, aku menguasai mereka semua dan bisa mengajarimu." "Mengajariku?" Byll melempar belati yang ia bawa ke dinding. Belati itu menancap sempurna.
8.94.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Sang Luna Terakhir

Sang Luna Terakhir

Sulit untuk mengalihkan pandangannya dari wanita yang mulai dia sukai, tetapi dia harus memusatkan seluruh konsentrasinya untuk menang, dan itu berarti dia harus melempar lebih jauh dari Blade kali ini. Blade memasukkan tangannya ke dalam saku celana pendeknya sambil melangkah untuk mengambil kayu terakhirnya. Dia menurunkan tangannya ke samping dan tampak menggosokkan jari-jarinya, yang menurut River aneh, tapi mungkin saja dia terkena serpihan atau semacamnya. Kayu ini sangat halus, tetapi terkena serpihannya bukan hal yang mustahil.
647 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Black Shadow

Black Shadow

Dia merayap di semak dengan hati-hati, dan bersembunyi begitu aman pada sebuah semak belukar yang tidak mungkin ada yang mengira manusia di sana karena rerumputannya penuh duri. "Sial!!" Si asisten pengawal merasa putus asa, mengumpat sejadinya karena merasa gagal melindungi tuan mereka. Asisten yang merasa emosi, lantas menembak lelaki jaket hitam tadi dengan pistol yang terselip di jas hitamnya. "Argghhh," ringis lelaki itu memegang lengannya yang tertembak dan mengeluarkan darah merah yang begitu banyak.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!

Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!

DEEEEEEEGH! Pernyataan ini, membuat seluruh pasukan Blades sayap kiri secara spontan meletakan senjata pedang mereka. Yang pasti, mereka segera berlutut, tanpa berani memandang wajah siapapun diruangan itu. "Kaisar, kamu masih terlalu baik pada mereka..." Jon Diablo menarik nafasnya dalam dalam. Dia tidak bisa membunuh seluruh pasukan blades. Karena itu, dia segera meminta maaf kepada Ardhana.
1065.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai blade of exile
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Raden Arya
saya do'akan penulis novel ini diberikan kesejahteraan dan kelancaran dalam hidupnya, juga kepada para pembaca setia. izin promosi ya kak... bagi yang suka novel dengan alur mafia dan balas dendam. yuk mampir ke novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. terimakasih...
Baca Semua Ulasan
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

"Kau menyuruhku menjadi umpan?" "Aku menyuruhmu menjadi tanker, Iblis Sialan," balas Julian tak kalah sengit. Urat di pelipisnya berdenyut. "Tubuhmu lebih keras dari benteng. Kau satu-satunya yang bisa menahan pukulannya lebih dari dua detik. Sementara kau menahannya, aku akan menggunakan Sunblade untuk memotong inti jantungnya." Xaverius mendengus, tawa pendek yang menghina keluar dari hidungnya. "Rencana sampah. Kau pikir pedang senter milikmu itu bisa melukai ketiadaan? Kau hanya akan menggelitiknya."
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

Tidak mungkin Rana menemukannya. “Ini adalah pisau yang dipakai untuk menyerang nenekku, kami mendapatkannya dari saksi yang bisa dipercaya,” kata Laut membuat Praka paham. Mereka kemudian berlalu. Randu mengutuk dalam hatinya. Bagaimana bisa dia tertangkap sekarang. Dendamnya bahkan belum tuntas. Belum sampai pada tujuannya. Laut duduk di kursi setelah mereka pergi. Menarik nafasnya. Ini sudah selesai. Semuanya sudah berakhir. Kejadian beruntun yang sempat membuatnya pusing.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Ksatria Katana Kembar

Ksatria Katana Kembar

Ragma terpaku, terkesima. Di dalam kotak itu terbaring sepasang katana kembar, hitam legam, mengkilat indah. Utomo mengangkatnya satu per satu, lalu menyerahkannya kepada Ragma. Pemuda itu segera berdiri sambil memegang salah satu katana tersebut. Sriing!! Ia mengeluarkannya dari sarung. suara desingnya terdengar keras, tajam, dan berwibawa. Utomo kemudian memberikan satu katana kembar lainnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Pendekar Sabre

Pendekar Sabre

Kai An Yu membalikkan tubuhnya lagi, gadis itu berjalan dengan pelan. Xi Lang menatap punggung Kai An Yu dengan tajam. Pria itu menarik pedangnya dan mengarahkan pada Kai An Yu. "Kalau kamu ingin membunuhku, arahkan tepat di dadaku, karena di situ letak Adamas Core milikku," ucap Kai An Yu. Xi Lang menarik pedangnya lagi. Pria itu memasukkan pedang ke tempatnya dan memalingkan wajahnya dari Kai An Yu.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Kaisar Terkuat

Kembalinya Sang Kaisar Terkuat

jawab Pak Tua sambil menuangkan teh ke dalam cangkir Reinhard. Setelah meminum tehnya, Reinhard melelapkan matanya dan terlelap dengan nyenyak. Pak Tua, yang masih berjaga, berdiri dan mengambil pedang hitam yang terukir dengan indah, bernama "Silverblade". Dia merenung sejenak, lalu meletakkan pedangnya di pinggang kiri dan berkata, "Saya akan keluar sebentar, Reinhard. Jangan keluar dari rumah ini, ya"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Shadow Rebellion

Shadow Rebellion

katanya dengan nada dingin. Thomas dan Rey mengikuti, meskipun keraguan masih terlihat di wajah mereka. Tapi takdir sudah memutuskan: sekarang bukan waktunya untuk berdebat, melainkan bertarung. Baku tembak langsung pecah. Peluru beterbangan, menghancurkan dinding dan memecahkan kaca. Dewi bergerak cepat, Crimson Scythe-nya bersinar merah saat dia melibas musuh dengan serangan akurat. Thomas menggunakan Phantom Rifle-nya, menembak dari jarak jauh untuk melindungi yang lain.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai blade of exile
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status