Pengantin Untuk Tuan Lumpuh
Louis berbisik pelan, "Eve, Samudra memanggilmu ke ruang utama. Keluarga besar sudah berkumpul di sana,"
Evelyn mengangguk. Louis menuntunnya melewati kerumunan. Saat mereka mencapai ruang utama, ia melihat Tuan Bumiputera berdiri di tengah, tangannya diletakkan di bahu seorang pria muda. Pria itu mengenakan setelan gelap yang mahal, rambutnya dipotong rapi, dan aura kesuksesan yang matang memancar darinya.
Langkah Evelyn tiba-tiba melambat. Jantungnya, yang selama ini beku, mulai berdenyut keras, mengirimkan gelombang panas yang memabukkan ke seluruh tubuhnya.
Sikat na Kabanata