PELUKAN PANAS SANG PRESDIR
Naina memikirkan sejenak, lalu berkata pelan, “Aku ingin yang tidak terlalu mewah, tapi bisa membuat bibi merasa dipedulikan juga. Mungkin sesuatu yang bisa ia pakai di tengah kesibukannya… seperti set perawatan tubuh, atau mungkin parfum khas yang bisa membawanya rileks di tengah kerja.”
Ben tersenyum kecil, mencatat di tabletnya. “Saya tahu butik aromaterapi eksklusif yang dulu pernah dikunjungi Nyonya Sisca. Mereka punya paket lengkap dengan sabun handmade, minyak pijat, dan lilin aromaterapi yang tenang. Saya bisa pesan satu set khusus dengan kartu ucapan dari Nyonya.”
Hot Chapters