Imperfect Love
Sejenak, Byakta memikirkan sesuatu saat melihat seluruh lekuk tubuh sang istri tanpa berkedip.
“Hun, besok, kan, minggu.”
“Hm!” Yasmen menggumam sambil memasukkan kaki kanannya ke lubang celana jeans dengan tergesa, dan melakukan hal yang sama dengan kaki kirinya. “Kenapa?”
“Kamu nggak mau ke salon? Perawatan?” Byakta menelan ludah melihat perpaduan tanktop dan jeans yang melekat begitu indah di tubuh Yasmen. Bisa-bisanya saat malam pertama Byakta pernah menolak melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.