Lepas dari Cinta yang Telah Retak
Aku naik ke kursi penumpang.
Aku ingin marah, menuduh, menanyakan semua yang selama ini menggerogoti pikiranku.
Tapi saat melihat wajahnya, rambut berantakan, janggut tipis, mata penuh emosi yang begitu nyata, aku hancur.
Aku menangis.
Dia meraihku, menarikku ke dalam pelukan erat.
"Aku tak sanggup membayangkan bercerai darimu," bisiknya di bahuku. "Hanya memikirkannya saja rasanya sakit sekali."
Hot Chapters