Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Gombalan Pulung tepat sasaran. “Sudah ih!” Mode manja Maha keluar. Lelaki itu menangkup kedua pipinya sampai bibirnya bimoli (bibir monyong lima) senti ke depan. Pulung mendengus. Tapi urung saat bibirnya merasai hal beberapa menit lalu dirinya lakukan. “Rasa lipstiknya harus kayak gitu, Yang? Ada pahit-pahitnya.”
1.518.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

Tapi Maura dianugerahi alam dengan kelebihan lain yakni lekuk tubuh yang lebih feminin. “Kamu kenapa sih?“ “Kenapa apa?“ bentuk bibir BJ membentuk formasi yang lebih tepat disebut ‘cengar-cengir‘ daripada sebutan ‘senyum manis.‘ “Kamu grogi?“ “Nggaaaaak.“ “Terus, kenapa gak tatap aku?“ Dengan gemas Maura merebut menu dari tangan BJ sehingga keduanya kini benar-benar bebas saling berhadapan dan berpandangan, tanpa sekat berupa lembaran daftar menu.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
Telanjur Khilaf

Telanjur Khilaf

Entah kenapa sangat menyukai hal-hal berbau Korea. “Ketagihan, ‘kan, akhirnya. Makanya, jangan sok keren. Seru tahu!” Tari masih memajukan bibir seksi khas Angelina Jolie, beruntung bukan si seleb yang serba sensual di depan mata. Hanya pemilik nama sama dengan nasib berbeda. “Bentar, deh. Itu kenapa bibir?” Dia langsung mengarahkan telunjuk padaku, spontanitas diri memaksa gerakan memegang organ yang dimaksud. Ada apa?
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
Katanya Dan Nyatanya

Katanya Dan Nyatanya

Dia benar - benar di buat sejatuh - jatuhnya oleh pesona Dewi. "Kamu bibir pake apa?"tanya Dewa saat merasa warna bibir alami Dewi hilang tertutupi warna pink cerah. "Oh ini Atiya yang paksa pakein, katanya bibir aku terlalu pucat.." Dewa menghapus pewarna bibir itu dengan jempolnya."Lain kali jangan mau, jelek! bagus warna asli.."
1030.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 999 kali sebagai buah bibir termasuk majas
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Faria Hariyono
Aku tau kalo novel itu karangan dan hayalan,tp ga gtu lebay jg kali ah ... Mungkin memang benar selera setiap org berbeda. Jujur di novel ini penggambaran karakter pemainnya kurang ngena, penggambaran lokasinya jg kadang agak sedikit bingung. Oh iya buat reverensi bs intip “konstelasi hati” disini jg
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Balas Dendam Putri Terbuang: Jenderal, Mengakulah!

Balas Dendam Putri Terbuang: Jenderal, Mengakulah!

Meja-meja di dalamnya dipenuhi bedak beras, minyak bunga, dan pemulas bibir dari selatan. Sebelum masuk, Bai Xiang berbisik sopan, “Ibu, bolehkah aku melihat toko buku di sebelah sana? Hanya sebentar.” Nyonya Besar Han mengangguk. “Baik, tapi jangan lama-lama.”
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
WANITA PANGGILAN

WANITA PANGGILAN

Bahkan ibu jarinya menyentuh lembut bibir yang terlihat berwarna merah muda meski tanpa polesan lipstik. Kedua mata Mayahsa berbinar penuh harap kalau pagi ini bisa mendapatkan sarapan spesial seperti tempo hari. Ketika bibir terbuka hendak menjawab pertanyaan, Lian lebih dulu mencengkeram tengkuknya dan menempelkan bibirnya di atas bibir wanita yang terlihat mendambanya. Sorot mata itu seakan memanggil untuk segera memasuki pintu bahagia.
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
Me and My Broken Pieces

Me and My Broken Pieces

“Bisa nggak, jari-jari lo itu nggak mainin bibir dari tadi?” Hening hanya diam, tetap matanya mimicking tajam. Ia tidak mengerti dengan apa maksud dari kata ‘main’ yang sebut oleh Dewa. Jemarinya sedari tadi memang tidak bisa diam. Sibuk menghapus lipstik yang terasa berat melekat di bibir, dan tidak ada maksud apapun di balik itu.
1031.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 980 kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

“Tidak usah hapus make up. Aku suka riasanmu. Kamu cantik. Apalagi bibirmu yang merah itu. Aku suka sekali.” Belum sempat aku menjawab, bibir Mas Vadi sudah tumplak di bibirku. Ritmenya dari lembut, lalu menjadi semakin cepat. Seperti ayunan wahana permainan kora-kora. Membuat jantungku sukses berdegup sangat kencang sekali.
9.875.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

Kedua bukit kembar yang dulu kecil ternyata sudah mulai membesar dan kelihatan membusung. Jauh berbeda dibandingkan lima tahun lalu ketika gadis belia itu masih sering bermain dengan Risa, puteri bungsunya, di depan rumah. Dan, bibir merah alami itu .... Aduh cah ayu, bibir mungil merahmu! Juhari menahan hasrat hatinya, dan terpaksa hanya bisa menelan salivanya.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
Istri Berdosa si Bos Paranoid

Istri Berdosa si Bos Paranoid

Sedangkan secara bersamaan, dia malah sedang memikirkan bibir alami yang tidak dibalur dengan lipstik apa pun itu. Warna merah muda itu sangat alami, membuat Kris merasa seakan-akan itu barulah warna bibir yang paling bagus. "Lap saja," kata Kris dengan cuek. "Apa?" Untuk sesaat, Elena tidak mengerti. "Kubilang, lap lipstikmu sekarang juga," kata Kris.
1049.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai buah bibir termasuk majas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status