KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Tidak usah, biar aku saja.“
“Tidak. Biar aku—“
“Mbak Naira ...“
Suara yang tak asing di telinga ini, membuatku cukup tersentak dan perlahan menggeser dari samping Aric.
“Hi-hilya?“
Aku bergumam pelan. Menatapnya yang memandangku dan Aric bergantian.
“Belanja, Mbak?“ tanyanya tampak menyelidik.
“Iya. Kamu sendiri sedang apa? Bukannya hari ini ada acara aqiqah?“ tanyaku balik sambil meliril Aric yang sudah berlalu dari hadapan kami.
“Oh itu ... Iya, Mbak. Mau bareng?“
“Enggak usah, kamu duluan saja. Mbak masih ada keperluan ke toko lain,“ jawabku jujur.
Memang rencananya, setelah membeli untuk si bayi, aku juga akan membeli sedikit perhiasan untuk ibunya. Anggap saja sebagai tanda perpisahan
Hot Chapters