STEMPEL MISKIN UNTUK KELUARGAKU
Emak mengusap lembut kepalaku yang tertutup hijab.
Jam menunjukkan pukul sepuluh lewat lima menit, artinya aku telah selesai mengajar untuk hari ini.
"Aku pulang dulu, ya, Tan," Intan masih mengumpulkan beberapa lembar kertas ulangan siswanya.
"Ciye, yang dapat hadiah dari pak Kepsek, mau cepat-cepat pulang, aja. Bukain disini, donk,"
Alhamdulillah, hari ini, dari pihak sekolah menyerahkah sebuah bingkisan padaku. Kata pak Wahyu, bingkisan itu sebagai ucapan terima kasih, karena telah mengharumkan nama sekolah.
Hot Chapters