BUKAN KISAH SEMPURNA
Adinda tersenyum lembut, lalu berkata, “Sama-sama, semoga kamu suka.”
“Tunggu, Mbak!” Adinda menoleh dengan alis terangkat sebagai isyarat tanya. Bukannya melanjutkan kalimat yang belum usai, Tari malah terlihat seperti orang bingung.
“Semangat ya, Mbak! Aku ngedukung Mbak kok.” Hanya itu yang wanita itu katakan, alih-alih menyuarakan isi kepalanya. Hal yang langsung dibalas senyuman geli oleh Adinda. Namun, meski begitu Adinda tetap mengangguk, lalu berjalan ke arah ruangan Alvin yang untungnya tidak dikunci.
Hot Chapters