Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Beda Usia, Beda Usaha

Beda Usia, Beda Usaha

Tanyaku sambil terus menatap kedua mata Dinda. “Karena dari aku kelas tiga SD, aku suka baca buku-buku yang berbau psikologi. Dan itu termasuk salah satu hal yang bisa bantuin aku untuk lebih banyak bersyukur, dan berdamai sama semua yang terjadi di hidupku. Selain itu, aku juga jadi punya pengertian yang lebih akan diriku sendiri dan sekitarku juga.” “Jadi, kalo aku simpulin, kamu itu kepengen bisa jadi temen yang baik buat diri kamu sendiri gitu kan?”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Mr. Gynophobia

Mr. Gynophobia

timpal Alan. Estelle mendebas seraya memutar malas dua bola matanya. Terserah, pikirnya. Lalu kembali melanjutkan kegiatannya. "Buku apa itu?" tanya Alan seraya mengambil salah satu buku di atas meja. Psychology of life, judul yang membuat isi kepala Alan langsung di serang berbagai pertanyaan. "Yang mana?" sahut Estelle tanpa menatap si penanya. "Yang kamu baca, apa menarik?"
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 581 kali sebagai buku pengantar psikologi
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
mysa.rh
Elle yang kuat, ya. Ada Sam kok #eh 😂 aku ikutan gemes-gemes baper baca Elle sama Sam. Thor, tolong jodohin mereka, ya 😭 jangan sama Dave, tunangan Elle juga buang aja deh karena gak muncul-muncul walau Elle lagi banyak masalah 😒😑
Banin SN
Langsung deh... Googling cari tahu apa itu Gynophobia begitu liat judulnya 😄 makasih kak Thor, sudah menambah wawasan kami... Dulu aku juga sempet mual2 pas lihat mantanku lho 🤣Salam dari otor 'Menjadi Kekasih CEO Brengsek' 🥰
Baca Semua Ulasan
Terjebak Obsesi Sang CEO

Terjebak Obsesi Sang CEO

Perlahan ia membuka pintu, matanya langsung otomatis menatap Ella yang sedang duduk di sofa dengan buku di tangannya. Ia melangkah mendekat, duduk di sebelah gadis itu. Matanya melirik buku yang dibaca Ella, sebuah buku psikologi yang berasal dari ruang kerjanya. “Kau tidak seharusnya membaca buku itu,” celetuknya membuat Ella menatapnya heran dengan alis terangkat. “Kenapa? Menurutku buku ini bagus,” balas Ella.
9.82.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai buku pengantar psikologi
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Tarunika Herbras
Wah, satu hal yang bikin aku mikir. Kok bisa authornya punya ide cerita segokil ini dan kerennya lagi... authornya bisa nuangin ide gokil tadi jadi tulisan yang mudah dipahami, tapi tetep bikin pembacanya dag dig dug ser pas lagi baca. Recommend banget!
KiraYume
ini bukan romansa biasa, lebih ke dark psychological-thriller! Dibuka dengan aksi stalker yang bikin merinding, plotnya langsung ngajak kita nyelamin masa lalu kelam dan panic attack si tokoh utama. Adegan 'ciuman kepemilikan' itu intens banget, nunjukkin betapa obsesifnya si CEO. Top lah
Baca Semua Ulasan
Ann The Innocent

Ann The Innocent

ucap Vladimir sambil memberikan satu buku kecil. Staff wanita menghampiri sambil memberikan satu alat tulis dan kertas A4. "Aku tidak hanya memprioritaskan kepintaran di sekolah ini, tapi juga psikologi dan mental pun harus ada keseimbangan, karena untuk kelancaran proses belajarmu!" jelasnya dengan tegas. Ann memejamkan matanya, dia sadar siapa dirinya dan bagaimana kisah keluarganya. Bibir Ann menyimpulkan senyuman tipis sedangkan tangannya mengambil buku kecil putih tanpa ada judul apa pun.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

"Si pendiam yang selalu baca buku itu? Bukannya Rizky dulu pacaran dengan hampir semua cewek populer?" "Exactly," Wulan mengangguk. "Cover up. Classic case." "Menurut teori psikologi," Indah mulai lagi, "seseorang sering kali menutupi ketertarikan aslinya dengan mengejar objek yang berlawanan."
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Perfect Game

Perfect Game

Dia duduk dan menenangkan diri, lalu membuka buku itu. “Term of Perfect Game. Menarik juga, mari kita baca. Mulai dari pertama, adalah dasar dari semusnya. Dalam dunia ini, kalia- ahh apa ini. Malah baca pengantar nya. Skip lah. Hmm.... Nah ini nih. Istilah istilah, judul yang menarik. Perfect Game mempunyai banyak isilah.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Dimanjakan sang Majikan Tampan

Dimanjakan sang Majikan Tampan

Meskipun saat berbincang dengannya, terlihat Mbok Ayu orang yang dewasa dan bijaksana dibandingkan karyawan lainnya. “Kamu nantinya sebagai leader. Tidak cukup memiliki ketrampilan handling tamu. Tetapi kamu harus tahu cara mengatur bawahan. Selain itu, nantinya kamu yang negosiasi saat ada event besar. Dan itu juga memerlukan buku ini untuk mengerti karekter yang kau hadapi!” ucapnya dengan tangan menunjuk buku tentang psikologi. Seketika dada Cahya merasa sesak. Ini seperti menghadapi dosen pembimbing killer yang memberikan target tinggi.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Ayah yang Sempurna Untuk Jonah

Ayah yang Sempurna Untuk Jonah

Perpustakaan nampak lenggang karena semua pengung sudah pulang dan tanda ‘close’ sudah tergantung di pintu perpustakaan yang terbuat dari kaca itu. Arabella mengambil sebuah buku yang ditinggalkan di atas meja dan mulai membuka-bukanya. Buku itu adalah buku psikologi tentang perkembangan psikologi anak. Buku yang menarik, Arabella membaca buku itu dengan sangat serius bahkan sampai tidak menyadari Peter sudah duduk di hadapannya. “Aih, kau membuatku terkejut, Peter,” ucap Arabella terkesiap ketika menyadari Peter sudah berada di hadapannya.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Ia mengenakan kaos oversize favoritnya yang jatuh longgar hingga menutupi setengah pahanya, rambutnya diikat asal ke belakang, beberapa anak rambut terlepas dan jatuh di sisi wajahnya, memberi kesan berantakan yang justru terasa santai. Di tangannya, sebuah buku tebal terbuka—psikologi kriminal, bacaan yang beberapa hari terakhir menarik perhatiannya. Alisnya sesekali berkerut ketika menemukan bagian yang menarik, lalu kembali mengendur saat ia membalik halaman. Tidak ada tekanan untuk cepat selesai, tidak ada target. Ia membaca hanya karena ingin.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Ku Temukan Rumahku

Ku Temukan Rumahku

Kemudian Ia menyisihkan buku psikologi wawancara, dan meletakkan buku psikologi kognitif di hadapannya. Ia membuka halaman per halaman dari buku yang tebal tersebut. Buku psikologi kebanyakan memang tebal, dan ukurannya cukup lebar. Namun, selama itu membantu kesuksesan misinya, Lani tidak mempermasalahkannya. Toh Ia sering melahap buku-buku kedokteran yang tidak kalah tebalnya. Dalam buku tersebut dijelaskan secara detail bagaimana cara manusia berpikir dan memproses sebuah informasi.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status