Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

"Ini gedung Psikologi. Deretan buku ini tentang Cognitive Behavioral dan Psychoanalysis. Bapak tidak punya urusan akademik di sini." Khai tidak langsung menjawab. Ia justru memerhatikan bagaimana Maorielle mencoba membangun benteng pertahanan dengan buku-buku tebal itu. Sang profesor bahasa itu menyandarkan satu bahunya pada rak kayu di samping kepala Mao. Ia tampak sama sekali tidak merasa asing berada di wilayah yang bukan kekuasaannya.
699 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
MEREBUT HATIMU

MEREBUT HATIMU

ujar dosen wanita, yang disambut anggukan oleh mahasiswa dan siswinya, "Jadi ditegaskan bahwa Psikologi itu ilmu yang mempelajari lebih dalam tentang pikiran dan mental manusia, tolong dijelaskan ..." "Pasti saya jelaskan, Bu Dosen .." ujar Rinto cowok yang duduk di belakang kursi Anisa. Yang disambut senyum senyum oleh teman temannya. "Terima kasih, sampai jumpa lusa dalam untuk mata kuliah yang sama ..." . "Terima kasih, Bu ..." "Selamat siang ..." "Selamat siang ..."
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Istri Kecilku

Istri Kecilku

Sementara itu, Diana duduk di sisi kasur yang lain, berpura-pura sangat sibuk membaca buku psikologi dasar, padahal matanya hanya terpaku pada satu paragraf yang sama selama lima belas menit. ​"Diana," panggil Aksara tanpa menoleh. ​"I-iya, Mas?" Diana tersentak, hampir saja menjatuhkan buku tebalnya. ​Aksara menurunkan kacamatanya sedikit, menatap Diana dengan binar jenaka. "Buku itu judulnya 'Psikologi Perkembangan', bukan 'Kitab Suci Penolak Bala'. Kenapa memegangnya sampai kencang sekali? Sampai buku itu melengkung begitu."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Tulang wangi

Tulang wangi

Gua nggak menjawab apa-apa. Tak lama kemudian, ibu meninggalkan gua sendirian—bersama hiruk-pikuk yang harus gua hadapi pagi itu. Di tengah bacaan buku Sosiologi Peradaban, gua terhenti sejenak di halaman sepuluh. Pikiran gua terseret ke ingatan malam tadi—saat gua membuka halaman seratus lima puluh. Namun sebelum mengikuti memori itu, gua memilih membuka daftar isi terlebih dahulu.
444 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
BUKU TERLARANG

BUKU TERLARANG

jawabnya, menutup buku itu dengan cepat. "Hmm… jangan begadang terlalu malam. Besok kamu masih ada kuliah, kan?" "Iya, Bu. Sebentar lagi tidur." Dia mendengar langkah kaki ibunya menjauh sebelum kembali menatap buku di hadapannya. Isinya bukan seperti buku biasa. Bukan sekadar cerita atau sejarah. Buku ini berisi instruksi. Mantra? Ritual? Dia tidak yakin.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai buku pengantar psikologi
Baca
+Pustaka
Ketika Politik Menemui Cinta

Ketika Politik Menemui Cinta

Arung menetapkan akhir pemburuannya pada tiga buku psikologi anak dan tiga buku pengasuhan anak. Saroh menghampiri Arung. Ia memerhatikan isi tote bag transparan yang dijinjing Arung. Decak lidah Saroh mengiringi perhatiannya. Menurut Saroh, jumlah buku yang hendak dibeli Arung banyak sekali. “Bukan banyak sekali, tapi bagus sekali,” tepis Arung. “Kalau bukunya bagus, aku pasti pilih,” dia menambahkan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai buku pengantar psikologi
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Ryandhika Rahman
Drama politik kalau diramu sama konflik yang tepat dan deket sama pembaca pasti bakal gokil sih jadinya. apalagi campur sama romance. Lanjutkan mas, novelnya keren. Jangan kendorin konfliinya .........
Hujan Aksara
Suka bgt bagaimana penulis mendeskripsikan keadaan, dan pemilihan diksinya. Gak kebayang memang jadi Pinto yg karena memang punya privilege sebagai anak president dan seorang anggota DPR, pasti banyak sekali tuntutannya meski hanya untuk sekadar memilih pacar, rumit, sampe dijuluki jomblo karatan🥲
Baca Semua Ulasan
Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

"Bulek kuliah di jurusan psikologi. Ibumu dulu kuliah di jurusan ekonomi. Psikologi itu ilmu yang mempelajari karakteristik sifat manusia. Makanya bicara dengan seseorang, dari bahasa tubuh mereka, bulek bisa memahami emosi lawan bicara dengan baik. "Seorang psikolog merupakan pengamat, harus peka, dan detail menyikapi suatu hal. Dan dari bahasa tubuh Melati, bulek yakin kalau dia juga menyimpan rasa terhadapmu." Saga termangu. Itulah yang sangat diharapkan dari Melati. Entah kapan perasaan itu ada, sejak dulu atau setelah Melati berpisah dari Akbar. Saga tidak peduli. Yang pasti, dialah perempuan yang selama ini sangat istimewa baginya. Sudah waktunya ia fighting.
10136.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai buku pengantar psikologi
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Bintang ponsel
karya yg ini laen bikin greget kyk mles baca nya bikin sakit ati peran novel nya agk rada2 bebal trlalu naif n trlalu bodoh dlm bertindak tntg perselingkuhan suaminya mlh nerima2 aja , gk suka dgn karya mbk lis yg ini
Meilia
awalnya g mau buka karya mba Lis yg ini, cz d baca dr judul sama sinopsisx...takut aja kalo sad ending,, trus iseng dong baca bab 1 , eh lakok ketagihan pengen terus dan terus,,, suda 4 judul yg kubaca karyamu mba, dan semuax amazing, saya suka , saya suka,,
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status