Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pick You!

Pick You!

"Oh apa ini tanda sudah dapat restu dari ibumu ya?" Astaga, dia mengada-ada. "Kapan tanggal mainnya?" Maksudnya apa sih. "Sudahlah sersan, kau membuatku malu" Kalian tahu kan rasanya saat digoda seperti itu? Seperti banyak kupu-kupu terbang didalam perut. Ha ha. "Tak usah malu, namanya juga jatuh cinta"
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

“Hati-hati, loh. Stres bisa bikin mukamu dipenuhi keriput.” “Ish!” Maya bersungut sebal. Diambilnya cermin kecil dari dalam tas, lanjut menekuri setiap inci wajahnya. Bisma tertawa, puas mengerjai wanita yang lima tahun lebih tua darinya itu. “Ya, lagian kamu kelihatan aneh banget, May. Gak biasanya aku liat kamu gini. Paling banter juga gak mood karna hari Senin."
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
Setelah Malam Itu

Setelah Malam Itu

bentak Elvis. Seperti biasa, Shopia hanya mampu tertunduk takut dan tidak bersuara. Kalimat kejam Elvis sudah menjadi pisau tajam yang mengiris mental maupun hati Shopia kecil. Shopia seperti boneka tak bernyawa yang dipaksa pasrah menerima segala perlakuan kejam Elvis. “A-aku minta maaf, Dad.” Suara Shopia bergetar.
9.8262.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
I Love You, Om Bodyguard!

I Love You, Om Bodyguard!

Lebih baik dia tenggelam saja ke dasar bumi, daripada mendengar hal yang akan membuatnya malu seumur hidup. “Aku ini bukan anak kecil, jadi tidak usah bersikap berlebihan. Selama kamu masih berdiri di situ, aku tidak akan bisa istirahat,” ancam Mayzura. Ibarat peribahasa habis manis sepah dibuang, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sang nona muda. Namun, Sadewa tidak ingin terlalu ambil pusing. Justru pria itu bergerak mendekati ranjang dengan tatapan datar.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
Status WhatsApp Ipar

Status WhatsApp Ipar

"Pasti tadi malam hujan ya?" "Kok hujan, La?" Berta menyahut. "Tadi malam malah panas sekali di rumah," akunya jujur. "Iyalah hujan. Hujan kenikmatan!" Seila tergelak sementara Bulek Murni tersenyum malu-malu layaknya pengantin baru yang semalam mencetak gol untuk pertama kalinya. "Kalian ini kayak gak pernah muda saja," ucapnya sambil tersenyum. "Biasa lah, namanya juga mereguk kenikmatan."
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

“Oh iya, kenapa pagi ini aku melihat sepertinya Bintang agak tertekan. Apa kamu memaksanya tadi malam?” “Terlambat bekerja, potong bonus,” jawab Charles dengan acuh tanpa mengangkat kepalanya. Thomas meringis. “Tidak perlu! Aku bekerja sekarang.” — Pagi hari ini, suasana di kampus terasa nyaman. Skandal tentang Bintang yang berprofesi ganda menghilang, tidak terdengar sedikitpun, digantikan dengan informasi mahasiswa baru yang ternyata salah satunya adalah artis.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Kali ini dengan gerakan malas, hampir seperti menunjuk gelas kosong. “Dan yang satu ini, malah lebih parah.” Jais terdiam sebentar, lalu meledak tertawa. Tertawa yang terlalu keras untuk ruangan sekecil itu. Lukas mendengus lega. Senyum kecil melintas di wajahnya, seperti bocah yang nyaris dihukum tapi lolos di detik terakhir. “Dengar tuh,” katanya sambil menepuk bahu Mahesa, “katanya kamu lebih parah dari aku.”
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 931 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

Curiosity kills the cat. Mungkin itu adalah peribahasa yang tepat untuk menyadarkan Ela akan situasi yang dialaminya sekarang di dalam powder room galeri saat jam makan siang. Ela tak bisa menahan rasa penasarannya sejak Dipta menjatuhkan ‘bom informasi’ pagi tadi. Setelah melewati pertimbangan konyol yang berputar-putar di dalam benaknya–akhirnya Ela memberanikan diri untuk membuka pesan yang berasal dari papa dan Mbak Deshinta.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
Salah Tetangga

Salah Tetangga

ucap Bu Sulis pada Bulan. “Maaf, Bu. Saya belum makan dari kemarin loh.” “Loh, memang apa hubungannya?” “Jangan sampai … Ibu saya terkam. Saya sangat kelaparan. Bisa berubah menjadi siluman harimau,” ucap Bulan dengan tatapan nyalang. Bukannya merasa takut atau tak enak hati, Bu Sulis justru tertawa sambil menyodorkan mangkuk yang dia bawa ke depan wajah Bulan. Tercium harum wangi masakan dari dalam sana.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Dia menyembunyikan wajahnya di perut Dania, memeluk wanita itu dengan begitu erat seolah-olah hidupnya bergantung pada ampunan Dania. ​"Maaf... maafkan aku, Dania. Aku mohon," bisik Angger dengan suara yang bergetar hebat, terdengar sangat frustrasi dan ketakutan. "Aku hanya cemburu. Aku tidak tahan mendengar suara bajingan itu menguasaimu. Aku gila setiap kali ingat bahwa kamu harus pulang ke rumahnya. Maafkan aku..."
10119 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai bulan tersipu malu majas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status