Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bunga Biru

Bunga Biru

Sesuatu yang pelan, hampir tidak terlihat. Seperti bunga yang baru mulai membuka kelopaknya. - Neriel menyimpan bunga kecil itu di tangannya dengan hati-hati, seolah benda sederhana itu memiliki berat yang lebih dari sekadar beberapa kelopak. Alira bersandar di meja kasir, masih memperhatikan dengan ekspresi yang setengah ingin tahu, setengah terhibur. “Jadi,” katanya ringan, “kau datang dari tebing hanya untuk membeli satu bunga yang bahkan tidak kau ketahui namanya?”
10664 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Pria 'Shift Malam'

Pria 'Shift Malam'

cetus Rey menyambung kalimat Usu Abulu. Abulu terlihat menghela nafas dan mengelus jenggotnya yang sudah putih semua. “Begitulah manusia…terlalu serakah, kalau kami asalkan makan dan minum terjamin, sudah cukup. Kami tak perlu bermewah-mewahan hidup!” sela Usu Abulu sambil persilahkan Rey minum kopi racikan ini, yang terasa agak pahit, tapi di katakan Usu Abulu punya khasiat khusus, tanpa sebutkan apa khasiat khusus itu.
1061.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Aduh, Bosku Bucin

Aduh, Bosku Bucin

Hal biasa terjadi di klub terutama lantai dansa. Sudah mabuk, dia menabrak seseorang. “Ups, maaf,” ucap Bela. Pria yang ditabraknya tersenyum. “No problem. Sendirian?” “Nope. Lihat saja sekeliling,” jawab Bela sambil memutar jarinya. Tubuhnya oleng di tahan oleh pria itu. “Kamu mabuk, di mana temanmu?”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

Bulbul memasang senyum manis. Sebenarnya Bulbul termasuk wanita kategori jauh dari cantik. Giginya mancung, untung giginya putih, kalau kuning mungkin Aga tak selera makan, termasuk aku. Kulit tidak putih, untung bedaknya putih dan bisa menutupi, belang sama kulit leher tak masalah, dari pada gelap seluruhnya yang menerangi hanya gigi. Betisnya hampir sama besar dengan pahaku, untung ia pakai sepatu hak tinggi, sedikit menutupi meski tak banyak. Dan untung ia punya uang banyak beli baju, tas dan sepatu mahal, jadi tidak malu-maluin amat. Rambutnya luruuuuus sekali, bahkan cicak pun jatuh di kepalanya langsung tergelincir.
1073.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Tabib Kesayangan Tuan Jenderal

Tabib Kesayangan Tuan Jenderal

Yulia panik, dia tidak mengerti bagaimana Sutangji bisa mengetahui jenis racun yang dia berikan. Empat jam yang lalu, ketika Sutangji masih membawa Dania bersamanya. Sutangji bertanya apakah racun yang Yulia gunakan benar-benar ampuh di medan perang. Dania menceritakan semuanya, racun itu sangat mahal dan langka, ada peternak khusus yang membudidayakan binatang kuno itu untuk diambil bulu-bulunya. Bulu-bulu kecil dan halus itu hampir tidak terlihat oleh mata biasa dan hampir tidak meninggalkan jejak sedikit pun. Jejak yang ditinggalkan juga begitu mudah hilang, mereka sangat rentan dengan cahaya matahari. Dengan cahaya matahari bulu gatal itu akan lenyap dengan sendirinya dan keadaannya akan
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, cacing diperut sudah berdemo ria minta ditenangkan. Padahal sebelum pergi aku kan sudah makan martabak, tapi ternyata menghadapi manusia berkebutuhan khusus (butuh bimbingan akhlak maksudnya bukan berkebutuhan khusus seperti kelainan) memerlukan tenaga ekstra, walaupun aku hanya menjadi penonton setia. Aku dan Bunda memilih menuju lantai tiga dimana aneka hidangan penenang penghuni perut tersedia.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Benalu Rumah Tangga

Benalu Rumah Tangga

tanya Tama Welas paham. Dia tidak menolak dan malah berbalik mendekati Tama. Sembari membuka baj putih yang dikenakan oleh Welas, kini Tama denga liarnya menjalar dan mengisap puncak dari gunung kembar Welas yang menantangnya. Dengan merasakan sentuhan Tama, kini Welas mengeliat karena merasa nikmat. Dia merasa bagian bawahnya mulai licin dan mengeluarkan cairan pertanda dia sudah terangsang dengan sentuhannya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Pewaris Tahta Pedang Ashura

Pewaris Tahta Pedang Ashura

Bulu makhluk raksasa itu berkilauan berwarna perak, panjang tubuhnya sekitar sepuluh kaki, lebih tinggi dari manusia biasa, dan seluruh tubuhnya memancarkan hawa dingin. Di punggungnya, juga duduk seorang pemuda yang mengenakan jubah panjang berwarna putih. Namun, pemuda ini bertubuh tinggi kurus, kulit wajahnya pucat seolah-olah sakit, terlihat sangat lemas dan lemah.
9.623.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai bulu halus
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Imgnmln
ARIGATO SEMUANYA! SEPERTINYA, UNTUK SEMENTARA WAKTU NASKAH PTPA AKAN HIATUS! NANTIKAN KEMBALI KEHADIRAN LOYD DI BENUA ARKAN!!! ARC 2 : BENUA ARKAN - PEDANG KELUARGA SALAZAR DAN KELUARGA BURUNG FENIKS
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

“Tapi aku suka sekali makanan pedas. Kamu tahu, di Amerika aku bisa tahan sambal super pedas yang namanya Butt Burner.” Tristan tergelak. “Uh, terbayang pedasnya. Namanya pasti sesuai dengan efeknya.” “Ya, di sana sambal namanya lucu-lucu. Ada Scorned Woman juga. Kamu tahu kan, bule gak tahan pedas, jadi kalau buat aku yang penggila sambal saja terasa sangat pedas, tidak heran kalau mereka membandingkan dengan makian perempuan.”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Bulu-bulu halus kelinci tersebut begitu bersih, putih, dengan hidung berwarna pink yang menggemaskan. "Hei." Punggung rapuhnya seperti telah diberi kekuatan, tidak lagi meminta sandaran pada batang pohon. Tangan Liv julurkan, lekas ia usapi kelembutan bulu di punggung kelinci tersebut. "Kau lucu sekali." Entah dari mana asal kelinci ini, Liv cukup terhibur. Mungkin semesta tengah menghiburnya, mendatangkan seekor kelinci untuk mendengar keluh-kesahnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai bulu halus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status