Istri Keempat
Terkadang hidup memang dilanda lonjakan-lonjakan masalah, tapi Sakha tahu bahwa semuanya bisa dilalui, selama mereka selalu bersama.
“Sayang.”
Senyum Sakha melebar saat Airin berjalan mendekat, di tangannya terdapat seikat bunga mawar yang batangnya mulus dari duri-duri yang tajam, wanita itu membersihkannya sebelum menyodorkannya ke arah Sakha.
Sebelah alis Sakha terangkat bingung.
Airin tersenyum malu. “Bunga, buat suamiku tercinta,” ucapnya dengan semburat merah dadu di pipi.