Neng Zulfa
Sebuah buket dengan bertangkai-tangkai mawar merah yang diberi pita hitam dan sepucuk surat di antara tangkainya.
Pelita menengok ke samping kiri-kanan yang tampak sepi lantas menunduk pelan untuk mengambil buket itu sambil memegangi perut.
Sekelebat pikiran buruk hinggap di kepala Pelita namun dengan segera ia tepis. "Mungkin hanya orang iseng. Atau kalau tidak, ini pasti kerjaan Arina, Kak June, atau bahkan mungkin Kak Adhim," yakinnya di dalam hati.