Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Kemarin Haven mengantarnya pulang. sebelum itu, pria itu memberinya sebuah buket yang begitu besar. Buket itu terbuat dari uang dollar. Gaby tidak tahu persis berapa jumlah uang yang ada di buket itu. Bukan hanya buket. Pagi-pagi sekali ada paket yang tiba-tiba datang. Saat ia membukanya, ternyata sebuah tas dari brand mewah yang jumlahnya terbatas.
1067.5K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as banner buket
Read
+Library
Kisah Aletha Anasya

Kisah Aletha Anasya

Tiba-tiba Axel masuk ke caffe itu, mereka berdua saling tidak melihat antara satu dengan yang lain. Saat ingin kembali ke hotelnya Alana melewati sebuah toko buket, ia mampir sebentar ke sana. Ia melihat sebuah buket boneka wisuda yang sangat lucu, Alana memutuskan untuk membeli buket boneka itu untuk di berikan Axel besok di acara wisudanya. Keesokan harinya..
109.6K viewsCompletedAdded to Library 382 Times as banner buket
Read
+Library
Wanita Gila Mencari Cinta

Wanita Gila Mencari Cinta

sela Aster. Bapak kurir memutar badan. Dia menunjuk buket. "Ada tulisannya di buketnya, Mbak. Itu lho. Beneran saya cuma ambil dan kirim. Nggak ada apa - apa. Saya nggak ada niat jahat, Mbak, Mas." Aster memeriksa buket di tangan Ari. Label florisnya tersemat di pojok kertas pembungkus. Mata Aster membulat seketika.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as banner buket
Read
+Library
Pria Culun Itu Suamiku

Pria Culun Itu Suamiku

Di dalamnya bukan kain atau gaun, melainkan sebuah buket bunga raksasa yang di tengahnya terselip sebuah kartu ucapan berlapis perak. "Terima kasih atas bantuan 'asisten' Anda kemarin. Putriku sangat bahagia. Sebagai tanda terima kasih, aku telah memesankan slot khusus untuk Butik Areta Niku di Pekan Mode Nasional bulan depan. Persiapkan koleksi terbaikmu—terutama koleksi pria." Areta terduduk di kursi kerja. Matanya beralih dari kartu itu ke arah Adam yang berdiri tenang di samping kotak kayu.
1.2K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as banner buket
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

“Istriku ulang tahun hari ini. Aku butuh sesuatu yang tidak terlalu mencolok, tapi tetap indah.” Evelune mengangguk dan mulai memilih bunga. Tangannya secara otomatis mengambil beberapa tangkai bunga putih, menambahkan sedikit baby’s breath, lalu mengikatnya dengan pita tipis berwarna krem. Gerakannya tenang, hampir seperti ritual. Saat ia menyerahkan buket itu, pria itu tersenyum puas. “Istriku pasti menyukainya,” katanya sebelum pergi.
10664 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as banner buket
Read
+Library
BUKAN PERNIKAHAN BISNIS

BUKAN PERNIKAHAN BISNIS

"Adik iparku memang tidak romantis! Dan kukuku patah! Boy, tolong cat kukuku yang merah menyala ini! Aku mau foto maternity photoshoot ala Victoria's Secret, versi ibu hamil! Kamu yang motret!" Alan menengahi, dengan tenang. "Valeria, sayang, kita bisa pesan jusnya sekarang. Dan untuk cat kuku, mungkin kita bisa minta bantuan asisten rumah tangga? Atau, kita cari salon kuku yang bisa datang ke rumah? Boy, sebenarnya aku sudah pesan fotografer profesional untuk maternity photoshoot Valeria. Tenang saja, kamu fokus photoshoot-mu." Boy sedikit lega. "Benarkah? Syukurlah! Tapi Kak Valeria, kau harus bayar jasa cat kukuku!"
1.5K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as banner buket
Read
+Library
Jagoan di Puncak Kejayaan

Jagoan di Puncak Kejayaan

Fakta bahwa beberapa brandal tidak ada yang mengira, dia bisa bersaing dengannya berdasarkan ukuran dompet mereka! “Kamu menantangku berdasarkan siapa yang punya lebih banyak uang? Kamu bahkan tidak tahu bahwa kamu akan dieksekusi!” Buck menggeram sebelum memerintahkan salah satu temannya untuk menyeret tas travelnya ke arahnya. Resletingnya dilepas, dan uang kertas hijau ratusan Dolar menyambut mata para penonton. Semuanya harus menambahkan hingga cukup banyak uang!
9499.5K viewsCompletedAdded to Library 19.5K Times as banner buket
Read
+Library
Runaway Bridesmaids

Runaway Bridesmaids

"Ayo, buka pintunya, biar aku bantu letakin barang belanjaan kamu." Aku mengangguk. Lupa akan keberadaan buket bunga dari Bram. "Sayang, ini buket bunga dari siapa?" tanya Arkana setelah meletakkan barang belanjaan. "Eh, itu ... dari kantor rekanan proyek," jawabku cepat. "Boleh aku baca kartunya?" Tangan Arkana hendak meraih buket bunga itu. Gerak cepat aku meraih lengannya, seolah memaksa untuk berpaling dari bunga itu.
1013.5K viewsOngoingAdded to Library 417 Times as banner buket
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as banner buket
Read
+Library
BUNGA KEDUA

BUNGA KEDUA

Bunga kembali bertanya kepada Reno. “Aku sudah bicara dengannya,” jawab Reno. “Baiklah, kalau begitu, Reno. Saya sudah siapkan tiket bulan madu untuk kalian, karena Bunga sedang hamil, maka saya putuskan kalian bulan madu ke Bali saja, tidak perlu ke luar negeri,” ucap Nathan. “Kak, sudah Bunga bilang, Kakak enggak usah melakukan itu semua, Bunga dan Mas Reno tidak ingin bulan madu ke mana-mana,” ujar Bunga dengan sedikit kesal.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as banner buket
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status