Janda Cantik, Ibu Kosku
“Kakek, tadi pagi ada orang kotor sekali di jalan. Teman-teman bilang dia orang malas dan tidak berguna. Benar tidak kalau orang berpakaian begitu pasti sifatnya begitu juga?”
Aku tersenyum tipis, lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah mengambil dua buah bungkusan yang sudah kusiapkan di meja makan. Satu bungkusan terbuat dari kertas kado yang indah, berwarna cerah, mengkilap, dan diikat pita sutra yang cantik. Bungkusan yang lain dibungkus kertas cokelat biasa yang sudah agak kusut, tanpa hiasan apa pun, terlihat sederhana sekali.
“Coba kamu tebak Bima,” kataku pelan sambil meletakkan kedua bungkusan itu di atas meja. “Yang mana isinya lebih berharga? Yang cantik atau yang sederhana ini?”
Hot Chapters