Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Abdi

Sang Abdi

~ Kirana Ayudia ~ Purnama emas mengintip di puncak bukit. Satwa malam bernyanyi dalam sejuk dan embun. Namun, suaranya lenyap dalam hening. Malam bulan purnama adalah malam yang biasa digunakan oleh satwa untuk bercinta. Melepaskan hasrat berahi mereka. Kirana duduk sendiri di teras rumah ditemani pena dan kertas. Dia sedang menulis syair.
9.3211.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Ida
Aq penggemar tlsan2 frank Walau ada benang merah dlm smua tlsan2 nya Tpi setiap crta nya mempunyai setting latar cerita yg psti berbeda Disamping itu dia mengajak pembaca nya utk tidak membaca cepat Sbb plot twist cerita nya sangat kental Semangat frank
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Bagaimanapun, dia baru berumur sebelas tahun. Dia sampai tidak berani menoleh ke atas, apalagi memastikan ada apa di sana. Ye Chenfei hanya berniat menakut-nakutinya. Sebenarnya, di atas hanya ada sarang burung. Di bulan ini, hewan berbahaya yang mungkin keluar hanyalah beruang. Selain itu, setelah hari gelap, mungkin ada serigala. Dia tidak berencana bermalam di gunung, lalu mendesak Mibao, “Ayo cepat pungut lagi, kalau cepat selesai kita bisa segera pulang.”
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Pesona Indah yang diam-diam sering mencuri pandang terhadap ketampanan Pande Bungkus itu segera mengulum senyum dalam kecemberutannya. "Apa yang terjadi pada diri seseorang yang terkena Racun Bulan Madu?" tanya Baraka. Jelita Bule yang menjawab dengan suaranya yang berIng, "Racun Bulan Madu membuat seseorang menjadi gila. Setiap malam tiba, sejak matahari tenggelam, ia selalu bernafsu memakan tubuhnya sendiri. Apa yang ada di tubuhnya selalu ingin dikunyah dan ditelannya. Karena itu setiap menjelang matahari tenggelam, kami selalu memasung ratu kami agar ia tidak bisa berontak untuk memakan anggota tubuhnya sendiri."
1030.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 674 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Suasana yang begitu segar di malam bulan purnama menjelang musim gugur berakhir. Apalagi dengan hadirnya kupu-kupu aneka warna yang beterbangan di sekeliling lembah. Hanya karena adanya kunang-kunang yang berkelap-kelip dan suasana yang temaram, dia menyadari masih berada di suasana tengah malam. "Kau mau kita ke sana?" tanyanya dengan lembut. Seruling itu kembali berkilauan seakan menjawab pertanyaannya.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Kebangkitan Sang Putri Terbuang

panggil Lin Yue pelan, suaranya lembut namun mengandung beban pikiran. “Aku ingin tahu tentang Naga Surgawi. Kenapa keluarga Mo begitu terobsesi dengan kekuatan itu?” Beberapa detik keheningan, lalu angin berputar lembut. Dari dalam batu giok, cahaya merah keemasan meluap, membentuk siluet burung agung dengan sayap menjulang — bulunya berkilau seperti bara api yang hidup. Suara Fenghuang terdengar menenangkan, namun mengandung gema masa lampau.
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 716 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Nathan pulang dalam keadaan lelah, debu masih menempel di tubuhnya dan di tangannya tergenggam seikat bunga segar. Dia berjalan ke arahku, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan. "Rebecca, aku bawakan bunga mawar kesukaanmu." Mawar merah yang melambang cinta yang tulus dan membara, kini berada di tangan Nathan. Namun, di mataku, itu tidak lebih dari sebuah lelucon.
22.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 704 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

Dari arah pegunungan, sekelebat cahaya hitam tampak melintas, cepat bagai kilatan kilat, lalu lenyap. Tirta segera duduk tegak. "Kau juga melihatnya, kan? Itu bukan sekadar burung." Rakasura menatap langit yang makin kelam. "Bukan burung. Itu sesuatu yang sudah lama menunggu malam ini." Senja telah runtuh. Dan di puncak yang jauh di depan, bayangan baru menanti mereka. ***
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
DI PELUKAN TUAN PEMBURU BERBAHAYA

DI PELUKAN TUAN PEMBURU BERBAHAYA

Memaksaku menengadah ke arahnya. “Teruslah bermimpi, Arthur,” desisku. Penuh kebencian. Arthur tidak melepaskan daguku, wajahnya malah semakin mendekat hingga hidung kami nyaris bersentuhan. “Kamu mungkin sangat ingin berlari menjauh dari saya,” bisiknya sensual. Embusan napasnya menyapu bibirku. “Tapi seekor burung pasti akan kembali ke dalam sangkar yang aman ketika badai diluar sana mematahkan sayapnya.”
10410 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

Ia melihat Langit melambaikan tangannya, di depan Langit ada Bintang yang tersenyum senang. Purnama melangkah mendekati meja tempat putra dan mantan suaminya duduk. Bintang berdiri menyambut Purnama lalu berucap, "Akhirnya kamu dateng juga, ayo langsung pesan aja," "Aku ke sini bukan untuk makan es krim," kata Purnama dengan wajah serius. "Jangan terlalu teganglah, santai. Mending kita makan es krim dulu."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Catching the moon (mengejar cinta Bulan)

Catching the moon (mengejar cinta Bulan)

Cakra menatap mata Wulan dalam-dalam, di naungi oleh bulu mata yang melengkung indah membuat sepasang bola mata sejernih air terjun di pegunungan itu menjadikan hati Cakra teduh. Keduanya bertatapan cukup lama. Wulan yang bertanya-tanya tentang kecepatan Cakra berada di waktu yang tepat untuk menyelamatkannya dan Cakra yang mengagumi keindahan sepasang bola mata Wulan yang bundar laksana bulan purnama.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai burung pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status