Sekarang, Giliranku!
Bagi Hazel, pernikahan adalah sebuah komitmen suci, hingga ia menyadari bahwa seluruh hidupnya hanyalah sebuah panggung sandiwara yang kejam. Di kehidupan pertamanya, Hazel harus meregang nyawa setelah dikhianati secara brutal oleh dua orang yang paling ia percayai: Axel, suami yang sangat ia cintai, dan Luna, adik tiri yang selama ini memakai topeng kepolosan. Tidak hanya merebut kasih sayang sang ayah, mereka juga merampas seluruh harta warisan dan membuang Hazel seolah ia adalah sampah tak berguna.
Namun, takdir menolak untuk membiarkan kejahatan itu menang.
Hazel terbangun kembali di masa lalu. Ia diberi kesempatan kedua, terlahir kembali di linimasa sebelum semua petaka itu terjadi. Berbekal ingatan dari masa depan, Hazel bersumpah tidak akan menjadi anjing yang penurut lagi. Kali ini, ia sendiri yang akan menjadi serigala. Satu per satu, ia akan merebut kembali haknya, menghancurkan reputasi Luna, dan membuat Axel merangkak memohon ampunan.
Rencana balas dendam Hazel awalnya berjalan sempurna, sampai munculnya hal kecil mengubah seluruh jalannya cerita.
Hazel mendapati dirinya berhadapan dengan sesosok pria misterius yang sama sekali tidak pernah ada dalam ingatan kehidupan lalunya. Pria itu datang seperti bayangan, tak terprediksi, namun memiliki senyuman yang entah mengapa terasa begitu familiar di relung memori Hazel yang paling dalam.
Siapakah sebenarnya pria misterius ini? Apakah ia adalah sekutu tak terduga yang dikirim takdir untuk membantu Hazel menghancurkan para pengkhianat? Atau justru... dia adalah variabel baru yang akan mengacaukan seluruh rencana balas dendam Hazel dan menenggelamkannya ke dalam konspirasi yang jauh lebih kelam?
Saat benang takdir mulai kusut dan masa lalu menolak untuk dilupakan, akankah Hazel berhasil mendapatkan keadilannya?