Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi
Begitu kakiku menyentuh dek, bibirnya kembali menyentuhku dengan ciuman panas yang penuh kerinduan.
"Mmm, Ryan! Rasanya enak banget!" Aku memekik saat kendaliku runtuh, terlebih ketika tangannya menyentuh vaginaku. Tekanan lembut itu membuatku tersentak, membangunkan sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.
"Ya ... sebut namaku, Abigail," perintahnya, suaranya berat dan hangat. "Aku akan bikin kamu nggak bakal melupakan malam ini."