Binar Kalbu
Hatinya tidak pernah ingin utuh, harus dicampur logika yang akan menuntunnya pada kebenaran.
Dengan motor kawasaki klx 250 Abbian membonceng Rine. Sementara Nissa kembali menunggu jemputan di tempat satpam. Abbian yang usil mengambil tangan Rine agar memeluk perutnya yang tanpa lemak. Cewek yang dibonceng olehnya merasa risi sehingga tidak segan menampar perut Abbian. Keduanya tertawa lepas, Rine pun berbicara dengan sedikit keras, “Bi, mau es cendol, enggak?”
“Ayo, beli. Nanti di depan sana ada yang jual.”
Hot Chapters