Pembantu Rasa Nyonya
“Senyum, Sayang.”
“Harus?”
“Iya.”
“OK,” ucapku sambil menarik kedua ujung bibir ini. “Sering kali, senyuman itu menjadi senjata yang ampuh. Iya, kan?”
Mas Suma tertawa.
“Dan, kemesraan menunjukkan kekuatan,” serunya kemudian melajukan mobil.
'Hmm ... aku mencium bau-bau modus.'
*****