Ei-Bree My Betelgeuse
"Rambutmu dulu sulit sekali tumbuhnya. Mereka sudah membaluri minyak kemiri, gel lidah buaya, pasta bawang merah, dan segalanya, tapi rambutmu tumbuh dengan lambat. Dan ternyata, yang tumbuh pertama kali agak pirang."
"Kalau kauperhatikan, bulu-bulu di tanganku masih lumayan pirang."
"Masa?" Bree meraih ke bawah selimut untuk mencari-cari tanganku dan kemudian mendekatkannya ke matanya yang memelotot dengan tajam. Ventilasi di atas jendela kaca panjang hanya menyalurkan larik sinar bulan yang tipis dan terlalu redup sehingga tanganku hanya tampak seperti bayangan gagang sapu. Dia mendesah dengan kecewa dan menarikku kembali kepadanya.
Bab Populer