Dekapan Mantan Majikan
Miranda terus merintih, membuat Rolan kembali mengecup bibir itu dan lidahnya menari di dalam mulut wanita itu.
“Tahan sedikit, Sayang. Kamu harus kenyang, gak boleh lari,” ucap Rolan.
“Tuan, aku …, aaah,” erang Miranda.
Rolan begitu bersemangat, terlebih dia menyadari bahwa Miranda tidak menolak pemyatuan tubuh mereka. Meski dalam keadaan mabuk, sesekali akal sehat Rolan muncul. Permainan diatur olehnya agar Miranda selalu mengingatnya dan tidak melupakannya.