Noda Dalam Luka
"Kuambil sajadah lalu memanjatkan doa kepada-Nya, memohon sepenuh hati dan jiwa supaya dibukanya mata hati suamiku, untuk meninggalkan semua perbuatan buruknya dan menuju ridho_Nya."
Sajadah menjadi saksi bisu setiap untaian doa, yang tulus terucap dari bibir keringku dan mata yang semakin sembab. Bagaikan hujan yang tiada henti, begitulah air mata ini menetes sepanjang malam, bahkan sampai pagi semakin membanjiri sajadah. Aku terbaring tanpa daya di atas sajadah, dalam balutan mukenah.