Pemuas Hasrat Tuan Atasan
Kegelisahan makin jelas dari sorot matanya, dan kesepuluh jarinya masih saling memilin.
Tatapan Sherin pada Shanum makin intens. "Cerita saja padaku, Shanum. Jangan ada yang kamu tutupi," ucapnya. "Tapi, sebelum itu, kamu harus rileks lebih dulu, Shanum. Kamu masih ingat 'kan apa yang sudah kuajarkan tempo hari? Pejamkan matamu, dan mulai berhitung mundur perlahan. Lalu, tarik napas panjang dari hidung, tahan sepuluh detik, kemudian keluarkan perlahan dari mulut. Bisa?"
Shanum mengangguk paham, lalu mulai mengikuti instruksi Sherin. Dia memejamkan sepasang matanya perlahan.
Bab Populer