Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

" Aku gemas mencubit perutnya. "Ya nggak dicubit juga, pedih!" Bang Farid meringis. "Makan semangka dulu, ah!" ulasnya. "Mana semangka?" Perasaan nggak ada semangka di sini. Apa diselundupin letaknya, ya? "Ini semangka." Bang Farid menjitak jidatku. Aww!
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

Lagi-lagi pilihan Arsa hanyalah mengalah. Lalu gadis itu menuju dua keranjang semangka yang baru dipanen. Ia keluarkan pedang tanpa apinya, ingin membelah buah berbentuk bulat. “Eh, brutal sekali. Membelah semangka saja pakai pedang. Ini.” Arsa memberikan belati miliknya. Lekas gadis itu membelah dua semangka dan matanya berbinar ketika isi di dalamnya berwarna merah tua dengan banyak biji.
1028.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 837 kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
Lahir Kembali Kemasa Aku Harus Membalas Cintanya

Lahir Kembali Kemasa Aku Harus Membalas Cintanya

"Hal itu bahkan belum terjadi, lihatlah betapa senangnya dirimu." "Kamu jangan terlalu ikut campur. Ini masalah dua anak itu." Dia mendorong semangka di atas mneja ke depannya dan tertawa, "Sebaiknya kamu makan semangkamu." "Tentu, aku suka semangka." Sarah mengambil sepotong semangka dan mengingat adegan barusan. Sudut mulutnya tidak bisa menahan senyuman keibuannya. ......
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT

BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT

Kubawakan sepotong semangka, sesuai uangnya. "Gimana, Ma? Manis?" tanyaku. "Iya. Seuprit gini, harganya sepuluh ribu? Kamu gak korupsi kan?" "Ya Allah, Ma. Bukannya nawarin juga, malah nuduh." "Kalau mau, nanti tunggu suamimu pulang. Semangka bagus untuk Mama yang sering darah tinggi. Apalagi hadapin mantu yang cerewet kayak kamu, cepat naik tensi Mama."
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 706 kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
Kulakukan Demi Keluarga

Kulakukan Demi Keluarga

ucap Mbak Karina. "Mbak, biar aku bantu ngupasin buahnya!" "Boleh!" Aku mengambil pisau dari dekat wastafel, dan mengupas buah mangga gedong yang matang sepertinya sangat manis, dari tekstur dan aromanya yang harum. "Sil, Mbak mau ngomong, tapi kamu jangan kecewa ya!" "Ngomong aja Mbak!" Mbak Karina menarik nafas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan, ku lihat dia menggigit bibirnya seperti nya dia ingin mengatakan sesuatu, namun dia sangat ragu,
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 818 kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Inggrid menaruh semangkanya dimeja, dan semua orang memakan semangkanya sambil mengobrol. Semangka itu berair dan manis, dan Agatha memakan tiga potong semangka. Wajah Cakra dipenuhi biji semangka hitam karena terlalu banyak makan. Butuh usaha keras bagi mereka bertiga untuk menghabiskan setengah semangka itu. Ada setengah semangka tersisa. Inggrid menaruhnya di dalam kulkas. Ia merendam kulit semangka dalam air. Setelah mengupas kulitnya yang tebal, dia mengasinkannya menjadi acar, menggorengnya, atau membuatnya menjadi sup. Semuanya lezat.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
Kawin Culik Sang Jenius

Kawin Culik Sang Jenius

Dan dibawah pohon palem, mereka berdua bersama-sama menikmati buah semangka yang membuat wanita dibelakang mereka meneteskan air liurnya. “Brengsek!” Gerutu Mawar. Buah semangka yang dipegang orang asing itu terlihat sangat merah dan sepertinya sangat enak. Biasanya, Mawar tidak menyukai buah semangka, tetapi kali ini sepertinya Mawar jadi ingin juga mencicipi buah yang terasa segar itu. Aduh, andai saja ia tidak bersembunyi, pasti ia dapat meminta sedikit dari makanan yang dibawa oleh orang-orang itu. Batinnya dalam hati sambil mengelap mulut mulngilnya yang telah berair. “Sim. Kenapa wanita jalang itu belum juga keluar?” Bos Li terlihat meludahkan biji-biji semangka yang dimakannya dan men
1012.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Li Jianli bergegas menuju ladang yang berisi tanaman hijau dengan daun lebar yang merambat di tanah. Ya! Itu jelas adalah semangka. Dia baru menanam semangka ini di dalam ruang Cincin Dimensi sehari sebelum dia meninggal. Dia tidak percaya kalau semangka ini akan berukuran sangat besar sekarang! Li Jianli menelan ludahnya. Dia ingin membawa semangka ini keluar dan menikmatinya bersama Xue Nuan dan yang lainnya. Tapi dia kembali menjadi ragu. Semangka ini tidak memiliki biji, bagaimana dia bisa menjelaskan dari mana semangka ini berasal? Sepertinya Li Jianli harus menunda rencananya sejenak dan hanya bisa menikmati semangka ini sendirian di dalam ruangannya untuk sementara waktu. "Aiya, aku b
1052.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
SUAMI USIL

SUAMI USIL

Aku menyerahkan plastik putih yang ku bawa tadi. "Ya Allah, Mbak. Repot-repot segala." "Nggak, ngerepotin. Cuma sedikit kok." Septi pun menyiapkan piring. Ia keluarkan buah yang ada di dalamnya. "Loh, ini semangkanya beli di mana, Mbk? Bentuknya aneh begini. Aku dulu pernah lihat semangka seperti ini 'sih, Mbak. Waktu masih kecil. Memangnya ada yang jual seperti ini?"
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
Di Sudut Memori

Di Sudut Memori

Rasanya sedikit aneh. Ibu masih sibuk membuka kotak plastik berisi buah semangka yang telah dipotong kotak-kotak kecil. Berwarna merah terang tanpa adanya biji. Ibu selalu tahu kesukaanku terhadap buah ini. Semangka. Alasanku menyukai semangka karena selain rasanya manis. Kandungan air dalam buah pun banyak. Dulu, ibu sering membelikanku. Apalagi ketika aku merengek untuk ikut bekerja. “Buka mulutmu.” Perintah Ibu dengan nada ketus.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai carving semangka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status