Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bilik Lain di Rumah Suamiku

Bilik Lain di Rumah Suamiku

Sebuah senyum seketika terkulum. Mobil pun akhirnya bergerak, memasuki area rumah Yusuf yang luas. Mata Risa menyisir sekitar, mengagumi keberadaan rumah itu. Sesuatu yang telah membuktikan putranya adalah salah satu dari banyaknya pengusaha sukses dengan kerja kerasnya sendiri.
1064.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Kado Biru Istriku

Kado Biru Istriku

tegurku tak terima. "Itu sudah semua. Bapak kan nyuruh saja ikuti si Albiru selama dua Minggu. Kegiatan dia banyak, dari satu tempat ke tempat yang lain, tapi nggak ada yang seru karena rutinitasnya disitu-situ saja. Kerja dan kerja. Kalaupun ada hal yang aneh atau mencurigakan seperti yang Pak Jaka pikirkan, itu nggak ada juga, Pak. Kalau ketemu Bu Andin pun mereka ke tempat yang banyak orang. Di rumah Bu Andin pun juga banyak orang kan Pak, hilir mudik keluar masuk karena salah satu tempat di dalam sana kan dijadikan kantor atau tempat kerja." Karyo menjelaskan. "Hah! Maksudnya? Apa tadi, jelaskan lagi!"
1065.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku

Model rumah Galaksi tanpa pagar, jadi ia langsung berdiri didepan pintu bercat biru itu. Nuansa rumahnya mirip suasana di Greek. Cat rumah putih bersih, lalu pintu dan kusen berwarna biru terang. Terdengar suara kunci pintu terbuka. Galaksi memicingkan matanya. Tampilannya benar-benar khas baru bangun tidur dengan kaos dan celana panjang kotak-kotak. "Pagi-pagi udah minta sumbangan apa?" ucapnya sambil mengucek matanya.
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 762 kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Namun baru saja mereka sampai di ambang pintu, sebuah taxi berhenti di depan rumah Bu Hilda. Bu Hilda dan Santi tersenyum, dan tampak antusias menyambut orang yang akan turun dari taxi tersebut. Sesaat kemudian pintu mobil berwarna biru dengan lambang burung tersebut terbuka. Ardi terlihat keluar dari taxi, tak lama kemudian seorang wanita ikut turun bersamanya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Rumah Kos Berhantu

Rumah Kos Berhantu

Roy menggelengkan kepala sambil tertawa kecil. “Selain orang jenius dan asisten dosen, dia juga tokoh utama dari novel online yang ditulis oleh calon istrinya. Novelnya yang sempat viral, kalau kamu penggemar cerita horor, judulnya 'RUMAH SINGGAH PODJOK', pasti kamu pernah membacanya di platform baca novel online," Ajie memperkenalkan sisi lain dari Roy. “Kamu juga bisa tanya dia tentang cerita horor, pengalamannya banyak tuh," tambah Ajie sambil tertawa kecil.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

“Kamu punya rumah impian?” Mareeq melirik sekilas. “Kenapa tiba-tiba tanya begitu?” “Tidak boleh?” “Boleh.” Ia berpikir sejenak, lalu menjawab dengan nada datar seperti biasa. “Rumah impianku ada di Turki.” Naomi menoleh. “Turki?” Mareeq mengangguk. “Di pinggir kota. Tidak terlalu ramai. Ada halaman cukup luas. Banyak pohon zaitun.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Ku Kira Kau Rumah

Ku Kira Kau Rumah

Ia duduk berdekatan dengan bram. Bram menghela nafas, "mangkanya jangan sok-sokan tinggal sendirian apalagi tinggal di tempat bebas dan enggak sehat kayak gini. Aku enggak kemana mana, aku tidur di ruang tamu, kamu aman." Ujarnya sembari mengambil handphone miliknya, dan menghidupkan senter untuk memberi pencahayaan meski minim.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Foto itu menunjukkan Boni sedang memasak bubur di dapur, dengan tulisan, "Siapa bilang nggak ada pria baik di dunia ini? Dia nggak hanya mengajariku menyetir mobil Mercedes dengan satu tangan, tapi juga memasak bubur untukku saat aku lapar. Hm, harum sekali~" Aku mengaduk bubur itu dengan sendok sambi tersenyum pahit, tapi yang kurasakan hanya mual. "Buang saja, aku nggak mau makan." Raut wajah Boni langsung memuram. Dia menatapku tajam dan berkata, "Kamu kenapa lagi? Aku sudah repot-repot membawakannya dan kamu malah mau buang begitu saja?" "Kamu marah karena aku memindahkan kepemilikan rumah ke nama Sofie, 'kan? Aku tahu kamu kesal, tapi aku juga nggak melarangmu untuk tinggal di rumah itu
13.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti kediaman Rafael. Rumah bercat biru langit itu tampak menunjukkan kehidupan setelah sekian lama seperti mati tanpa penghuni. "Jangan tinggi-tinggi," Atma berucap meski masih terbata-bata juga lirih.
1057.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Tante Sebelah Rumah

Tante Sebelah Rumah

Dia selalu terlihat intelektual dan punya kepribadian yang lembut. Dia tidak mungkin berbuat lebih jauh terhadap sebuah "produk dewasa" di dalam gudang ini, 'kan? Aku hanya bisa berdoa dalam hati. Selama tidak ketahuan, aku hanya perlu bersabar sebentar. "Ini nyata banget! Dari mana sih asalnya? Nanti aku harus tanya ke Riana ah, aku juga pengen beli satu." Saking semangatnya, hembusan napas Tante Mila saat bicara mengenai perut bawahku. Hal ini membuat bulu kudukku berdiri.
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai cat rumah biru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status