Tukang Pijat Tampan
Ia dengan sengaja membiarkan beberapa cipratan darah segar menempel di wajah dan seragam taktisnya, memberikan kesan bahwa ia hanyalah sebuah senjata pemusnah masal yang baru saja menyelesaikan tugasnya.
Ia perlahan mendongak, menatap lurus ke arah podium pengawas di mana Zhavia, Evan, Susi, dan Dokter Kenzi sedang terpaku dalam keheningan yang mencekam. Adit kemudian membungkukkan tubuhnya sedikit; sebuah gestur penghormatan mekanis yang kaku, seolah bertanya tanpa suara: Apakah demonstrasi ini sudah cukup?